"Akun itu memang punya saya, tetapi belum saya aktifkan," kata Julian kepada
detikcom, Jumat (27/8/2010).
Penyandang gelar PhD bidang politik dari Hosei University, Tokyo, Jepang, ini mengakui twitter bisa menjadi sarana bagi dirinya memberi klarifikasi dan penjalasan singkat terhadap isu-isu terkini yang jadi perhatian. Hal ini yang dipraktekkan oleh rekannya sesama staf khusus kepresidenan, seperti Denny Indrayana.
Tetapi tuntutan pekerjaannya yang berbeda membuat Julian tidak dapat berbuat serupa. Sebagai juru bicara, dirinya hampir sepanjang waktu harus mendampingi Presiden SBY di samping mempelajari berbagai isu berkembang yang membutuhkan tanggapan dari lembaga Kepresidenan.
"Tidak etis bila pada saat bersama Pak Presiden, saya malah baca-baca dan mengetik menjawab twitter kan," ujarnya.
Bagaimana bila tugas memantau dan menjawab kicauan tweeps didelegasikan ke staf?
"Ah...nggak usahlah. Saya khawatirnya pada saat membuat pernyataan, malah jadi masalah baru yang nggak perlu," jawab Julian.
Akun twitter Julian adalah @japasha. Tidak terlihat adanya 'tanda-tanda kehidupan' selain tulisan 'booking about 1 year ago'. Sementara followers terhitung cukup banyak, yakni 253 orang yang sebagian besar adalah para jurnalis, akademisi dan tentunya para staf khusus Kepresidenan.
(lh/nwk)











































