Sejak Minggu (1/8/2010) lalu, Bibit dirawat di RS MMC, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Gejala awal yang diderita Bibit adalah sakit di kepala dan tekanan darahnya cukup tinggi.
"Mungkin karena kelelahan. Saya memang ada vertigo," ucap Bibit kepada wartawan yang menjenguknya, Rabu (4/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin, tanpa dukungan, pemberantasan korupsi masih angan-angan saja. Dari awal pembentukannya, KPK memang tidak pernah berjalan mulus, selalu ada hambatan," jelasnya lantang.
Selain itu, Bibit juga berbicara soal seleksi pimpinan KPK yang saat ini tengah berjalan. Secara pribadi, pensiunan Polri awalnya berharap tidak perlu ada pimpinan tambahan, karena dengan empat yang tersisa dirasa cukup.
"Tapi sekarang sudah berjalan. Kalau bisa nanti pimpinan KPK yang baru bisa merangkul kepentingan-kepentingan semuanya. Karena banyak sekali kelompok-kelompok yang berkepentingan, jangan sampai hanya berdiri di atas satu kelompok," paparnya.
Diskusi pun berlanjut hingga waktu besuk habis. Bagi Bibit, sakit fisik yang dideritanya tak menghambat cita-cita untuk terus bekerja melawan korupsi.
"Saya malah kalau lama di rumah sakit makin stres. Pengen cepet pulang dan kerja lagi," tutupnya.
Semoga lekas sembuh ya, Pak!
(mad/fay)











































