"Demikianlah saya kira sambutan saya, sedikit memberi kuliah. Mohon maaf ini, saya kangen memberi kuliah," kata Boediono yang disambut tawa renyah hadirin di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (15/7/2010).
Boediono hadir di UMN untuk membuka The 2nd Indonesia International Conference on Innovation, Enterpreneurship, and Small Business (IICIES). Hadir dalam acara tersebut Menristek Suharna Suryapranata dan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakultas Ekonomi UGM ini selalu merasa kembali ke 'habitatnya' sebagai dosen
pada saat berkunjung universitas di mana pun. Hal itu juga ia singgung saat
memulai sambutan di UMN.
"Konferensi sangat strategis. Setiap kali diundang ke kampus, saya merasa
kembali ke habitat. Jadi kalau lama meninggalkan kampus, saya rindu," ungkap
pria kelahiran Blitar, 25 Februari 1943 ini.
Di UMN, Boediono berbicara banyak mengenai enterpreneurship. Ia menekankan
pentingnya mendidik dan membina calon-calon wirausaha yang nanti akan menjadi tulang punggung bangsa dalam bersaing di arena global.
"Kita tidak bisa jago kandang lagi, kandanganya sudah terbuka lebar. Dan kita tidak bisa tidak harus siapkan diri menjadi jago global," kata dia.
Seorang wirausahawan, lanjutnya, mempunyai dua ciri utama, yakni berani
mengambil risiko dan mempunyau fokus serta tujuan yang jelas. Orang yang berani mencoba hal-hal baru akan timbul dalam dirinya ivonasi serta produktivitas.
"Produktivitas adalah sumber kemajuan di bidang ekonomi yang tidak pernah
habis," kata Boediono.
(irw/nwk)











































