"Istri saya adalah editor paling brutal. Saya mengandalkannya untuk mengomentari tulisan saya sebelum dikirim ke media massa," kata Anies.
Anies yang tulisannya sering menghiasi media massa menceritakan rahasia itu saat menjadi pembicara dalam Menulis Opini Bersama Goenawan Mohamad di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ingin tulisan yang bersemangat atau bergelora misalnya saya pilih The Final Countdown (musik rock dari grup Europe-red). Jangan Yesterday," curhat Anies.
Mantan anggota Tim 8 itu juga mengimbau para calon penulis agar tidak putus asa bila tulisannya ditolak media massa. Ia lantas menyarankan para penulis pemula agar lebih dulu mengirim tulisan ke media lokal.
(iy/fay)











































