"Kami mengurus semua penjara. Semua penjara di RI. Saya Sabtu-Minggu atau Jumat-Sabtu salah satu tugas saya adalah mendatangi LP. Dimanapun. Nanti juga termasuk di Polres-polres, Polda-polda, dan Mabes Polri," kata Patrialis di acara Grand Opening Batavia Futsal, Jl Pahlawan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (28/3/2010).
Patrialis mengatakan, pada prinsipnya, tahanan itu wewenang Kementrian Hukum dan HAM. Tapi Kementerian Hukum dan HAM saja tidak mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Patrialis, Sabtu-Minggu dimanfaatkannya untuk melihat kondisi berbagai LP. Sekaligus dalam kunjungan ke LP tersebut, Kum HAM membawa buku-buku doa.
"Karena 5 tahun itu nggak lama (masa jabatan). 5 Tahun itu sebentar. Saya 10 tahun jadi anggota DPR. Nggak terasa. Lho selesai. Pemilu lagi. Dananya keluar lagi," ujar Patrialis sambil tertawa.
Saat ini, lanjut Patrialis, ada 135 ribu orang di penjara. 45 persennya adalah karena kasus narkoba. Menurut Patrialis, banyaknya napi yang kena kasus narkoba karena tidak ada tempat penyaluran generasi-generasi muda.
"Di dalam pun, mereka makin susah. Makin sulit. Ada anak-anak di bawah umur, ada 5 ribu orang kebanyakan juga karena kasus narkoba. Kalau sekedar mencuri HP untuk makan, itu mungkin karena kemiskinan," jelasnya.
Kalau sudah kena kasus narkoba, itu merupakan gejala yang sangat bahaya. Sebab bukan hanya pada dirinya tapi orang lain.
"Kita sudah kerjasama dengan BNN dan polisi untuk menangani hal itu," imbuhnya.
(gus/gah)











































