"Zaman generasi saya, di kota kecil, hiburan ya nonton wayang," kata Boediono saat membuka Festival Dalang Bocah di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
Boediono bercerita di kampungnya, di Blitar, Jawa Timur, hiburan satu-satunya adalah wayang. Waktu itu, Bioskop sudah mulai ada, namun hanya ditonton oleh orang-orang kaya. "Ada bioskop, tapi mahal," kata guru besar dari UGM ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya biasa saya meminta bapak saya membangunkan jam 2 pagi. Karena tidak mungkin saya menonton sampai pagi, karena masih kecil," kenang pria kelahiran 25 Februari 1943 ini.
Sebelum membuka festival, Boediono disuguhi lakon wayang yang dalangnya adalah para bocah. Festival ini berlangsung selama 4 hari di gedung pewayangan kautaman.
(gun/iy)











































