Β
"Kain-kain batik itu begitu spesial bagi saya. Kain-kain itu merekam setiap jejak hidup saya," ujar Ani Yudhoyono saat membuka pameran The Batik Essay A Collection of Stories di Grand Indonesia, Jakarta,Β Selasa (17/11/2009).
Ani mengenang, saat ia kecil, ayahnya selalu meminta kepada Ani dan tiga saudara perempuannya untukΒ memakaiΒ batikΒ saat acara sungkeman di hari lebaran.
Β
Β "Ayahanda selalu bangga gadis-gadisnya pakai kain batik wiron sambilΒ beranjang sana ke rumah eyang dan sanak saudara lain. Kadang kami maluΒ karena ayah terlalu berlebihan memujinya," cerita Ani.
Β
Β Ayahnya yang juga suka memuji ibunya yang terlihat cantik saat memakai kebaya dan batik membuat Ani selalu memperhatikan cara ibunya berpakaian.
Β
Β "Tanpa disadari kita perhatikan kain yang dipakai ibu. Kita seringΒ ekspolorasi, ini batik apa, Bu? Motifnya apa? Dari situ saya mulaiΒ cinta batik," jelasnya.
Β
Β Ani menyadari peranan ibunya dalam menumbuhkan kecintaannya kepadaΒ batik tidak dapat dipungkiri. "Ibu adalah sosok yang dapat membiasakan kehadiran batik di tengahΒ keluarga. Ibu saya suka pakai taplak dengan nuansa batik, serbet pakaiΒ batik. Untuk bed cover juga pakai batik, kita juga anak-anaknyaΒ dibelikan daster batik. Jadi semuanya serba batik."
Β
Β Selain di rumah, sejak duduk di bangkuΒ SD dan SMP Santa Maria Fatima,Β Jakarta,Β Β ia juga selalu menggunakan seragam batik.
Β
Β "Waktu itu kami diharuskan pakai seragam. Untuk pria, atas putihΒ bawah celana coklat. Sementara untuk wanitaΒ baju putihΒ bawah batik sogan. Ibu ambil koleksinya untuk dipotong menjadi duaΒ untuk jadi seragam kami. Dua kain koleksi ibu cukup untuk jadi seragamΒ saya dan tiga saudari saya," paparnya.
Β
Batik juga telah menjadi bagian dariΒ sejarah penting dalam kehidupanΒ rumah tangganya dengan Presiden SBY. Saat menikah Ani dengan orangΒ nomor 1 di negeri ini, ia juga mengenakan kain batik yang menjadi koleksi ibunya.
"Kami dinikahkan 3 pasangΒ sekaligus, kakak, saya dan adik saya. Bayangkan betapa hebohnya waktuΒ itu. Ayah waktu itu menjadi Duta Besar di Korea Selatan sehingga tidakΒ mungkin bolak-balik pulang ke Indonesia karena tidak enak samaΒ Presiden makanya agar efisien beliau nikahkan tiga orang sekaligus.Β Saat itu, ibu membebaskan kami untuk buka lemari untuk pilih batikΒ yang akan digunakan. Saya pilih Kawung Dwi warna saya pilih. SayaΒ tidak tahu kalau ternyata secara berlambang motif kewibawaan kepadaΒ pemakainya," paparnya.
Β
Kini kecintaannya kepada batik diwariskan kepada anak dan cucunya. Batik menjadi seragam resmi yang harus dipakai pada saat acaraΒ sungkeman di hari lebaran.Β "Anak, menantu dan cucu saya, semua berseragam batik saat acaraΒ sungkeman di hari lebaran," jelasnya.
(epi/nrl)











































