Sejarah Bu Ani Terekam di Batik

Sejarah Bu Ani Terekam di Batik

- detikNews
Selasa, 17 Nov 2009 18:25 WIB
Sejarah Bu Ani Terekam di Batik
Jakarta - Batik telah menjadi bagian hidup Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sejarah hidup Ibu Ani bisa dilihat dari batik.
Β 
"Kain-kain batik itu begitu spesial bagi saya. Kain-kain itu merekam setiap jejak hidup saya," ujar Ani Yudhoyono saat membuka pameran The Batik Essay A Collection of Stories di Grand Indonesia, Jakarta,Β  Selasa (17/11/2009).

Ani mengenang, saat ia kecil, ayahnya selalu meminta kepada Ani dan tiga saudara perempuannya untukΒ  memakaiΒ  batikΒ  saat acara sungkeman di hari lebaran.
Β 
Β "Ayahanda selalu bangga gadis-gadisnya pakai kain batik wiron sambilΒ  beranjang sana ke rumah eyang dan sanak saudara lain. Kadang kami maluΒ  karena ayah terlalu berlebihan memujinya," cerita Ani.
Β 
Β Ayahnya yang juga suka memuji ibunya yang terlihat cantik saat memakai kebaya dan batik membuat Ani selalu memperhatikan cara ibunya berpakaian.
Β 
Β "Tanpa disadari kita perhatikan kain yang dipakai ibu. Kita seringΒ  ekspolorasi, ini batik apa, Bu? Motifnya apa? Dari situ saya mulaiΒ  cinta batik," jelasnya.
Β 
Β Ani menyadari peranan ibunya dalam menumbuhkan kecintaannya kepadaΒ  batik tidak dapat dipungkiri. "Ibu adalah sosok yang dapat membiasakan kehadiran batik di tengahΒ  keluarga. Ibu saya suka pakai taplak dengan nuansa batik, serbet pakaiΒ  batik. Untuk bed cover juga pakai batik, kita juga anak-anaknyaΒ  dibelikan daster batik. Jadi semuanya serba batik."
Β 
Β Selain di rumah, sejak duduk di bangkuΒ  SD dan SMP Santa Maria Fatima,Β  Jakarta,Β Β  ia juga selalu menggunakan seragam batik.
Β 
Β "Waktu itu kami diharuskan pakai seragam. Untuk pria, atas putihΒ  bawah celana coklat. Sementara untuk wanitaΒ  baju putihΒ  bawah batik sogan. Ibu ambil koleksinya untuk dipotong menjadi duaΒ  untuk jadi seragam kami. Dua kain koleksi ibu cukup untuk jadi seragamΒ  saya dan tiga saudari saya," paparnya.
Β 
Batik juga telah menjadi bagian dariΒ  sejarah penting dalam kehidupanΒ  rumah tangganya dengan Presiden SBY. Saat menikah Ani dengan orangΒ  nomor 1 di negeri ini, ia juga mengenakan kain batik yang menjadi koleksi ibunya.

"Kami dinikahkan 3 pasangΒ  sekaligus, kakak, saya dan adik saya. Bayangkan betapa hebohnya waktuΒ  itu. Ayah waktu itu menjadi Duta Besar di Korea Selatan sehingga tidakΒ  mungkin bolak-balik pulang ke Indonesia karena tidak enak samaΒ  Presiden makanya agar efisien beliau nikahkan tiga orang sekaligus.Β  Saat itu, ibu membebaskan kami untuk buka lemari untuk pilih batikΒ  yang akan digunakan. Saya pilih Kawung Dwi warna saya pilih. SayaΒ  tidak tahu kalau ternyata secara berlambang motif kewibawaan kepadaΒ  pemakainya," paparnya.
Β 
Kini kecintaannya kepada batik diwariskan kepada anak dan cucunya. Batik menjadi seragam resmi yang harus dipakai pada saat acaraΒ  sungkeman di hari lebaran.Β  "Anak, menantu dan cucu saya, semua berseragam batik saat acaraΒ  sungkeman di hari lebaran," jelasnya.

(epi/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads