Marwan yang mempunyai latarbelakang aktivis dan 2 periode duduk di DPR dengan berbagai komisi memilih tema energi bahan tulisannya. Sebab, energi akan menjadi pertaruhan besar apakah suatu bangsa itu akan menjadi pemimpin atau yang dipimpin.
"Buku ini berisi beragam mainstream baru soal energi untuk tata dunia baru. Saya sebut tema ini sebagai 'Energynomics', sebab, bangsa yang mampu menguasai energi akan mampu menguasai dunia," kata Marwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam acara peluncuran buku Marwan antara lain, Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua DPR Marwoto, Wakil Ketua MPR Hajrianto Tohari, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan segenap anggota DPR serta para kolega Marwan.
Dalam buku setebal 208 halaman, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII ) ini membeberkan banyak hal tentang sejarah teknologi energi, ideologi kebijakan energi, dan pemikirannya tentang energi alternatif untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Marwan berharap dengan pikiran-pikirannya soal energi, dapat dijadikan bahan bagi pemerintah dan kementerian terkait untuk membuat program yang lebih pas dalam mengantisipasi krisis energi dunia. Karena itu dia juga menulis banyak soal beragam krisis energi yang pernah terjadi di berbagai belahan bumi.
Selain itu, politisi yang dikenal sebagai anak kesayangan Mbah Sahal Mahfud ini mengungkapkan perkembangan diskusi dan pemikiran global soal energi alternatif dan solusi krisis energi. Karena itu Marwan banyak mengutip pemikiran dari para ahli asing tentang strategi energi negara-negara maju di dunia.
"Selain mencari energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, tata hidup dan perekonomian kita mesti didasari dengan kesadaran akan pentingnya konservasi dan penciptaan energi alternatif," ungkap Marwan.
Marwan mengaku penulisan buku ini karena terispirasi oleh pengalamannya selama setahun menjadi anggota Komisi I DPR, 3 tahun jadi pimpinan Komisi V DPR dan komisi enegri serta hukum. Selain buku ini, Marwan sebelumnya juga telah menerbitkan buku soal infrastruktur.
"Buku ini hasil dari pergulatan saya saat di Komisi I DPR, sebelumnya di Komisi V DPR, posisi saya sebagai sekretaris fraksi yang banyak bergaul dengan temen-teman komisi VII. Saat jadi pimpinan komisi V saya bahkan menulis buku soal 'Infrastruktur Pro Rakyat' yang menjadi rujukan mahasiswa-mahasiswa S1," ungkapnya.
Karena pentingnya tema buku yang ditulis saat ini, Marwan terobsesi akan menerbitkan bukunya di ruang yang lebih luas. Rencanaya, buku yang diterbitkan Gramedia ini akan diterjemahkan ke dalam bahasa ingris dan perancis.
"Karena kami memandang tema ini merupakan tema dunia, tidak hanya milik kita, rencananya, kami akan terjemahkan buku ini dalam bahasa Inggris atau Prancis. Kalau sudah selesai akan kita luncurkan di Singapura atau Inggris," pamernya.
(van/yid)











































