Sebagai kenang-kenangan terakhir pengabdiannya di DPR, pria yang menjabat Ketua DPR periode 2009-2014 ini meluncurkan sebuah buku yang mencatat
kiprahnya selama 5 tahun menahkodai DPR.
Di Gedung Nusantara IV, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2009),
Agung meluncurkan buku berjudul " Dari Rumah Rakyat Mengawal Demokrasi".
"Buku ini rekaman perjalanan saya 5 tahun menjadi ketua DPR," ujarnya kepada wartawan.
Dalam buku setebal 371 halaman dan dikemas dalam hard cover putih bergambar Gedung DPR itu, Agung menceritakan secara runtut perjalanannya sejak dipilih menjadi Ketua DPR pada 1 Agustus 2004 hingga mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2009 ini.
"Pada beberapa bagian dijelaskan tentang suka-duka saya sebagai ketua
termasuk menjalankan diplomasi dengan parlemen lain," beber Agung.
Salah satu kenangan yang tidak dilupakan Agung selama menjadi ketua DPR
adalah pada saat memimpin paripurna angket kenaikan BBM. Saat itu, seperti
dibeberkan Agung dalam bukunya, sempat terjadi kericuhan antara fraksi
pendukung dan yang menolak.
"Saya turun langsung melobi ketua fraksi," ujar Agung dalam bukunya yang
disertai foto adegan kericuhan itu.
Selain memaparkan suka-dukanya selama memimpin DPR, dalam buku ini Agung juga menyelipkan kisah pribadinya di dunia politik.
Pria yang menjabat sebagai wakil ketua umum Partai Golkar ini menyertakan
cerita perkenalannya dengan dunia politik dan akhirnya memutuskan terjun ke
dunia politik dengan kendaraan partai Golkar.
Apa harapan Agung untuk DPR ke depan? "Agar demokrasi bisa dipertahankan
sebagaimana mestinya dalam UUD 1945," tutupnya.
(Rez/rdf)











































