Dalam rangkaian perjalanan kampanye Pilpres yang menghabiskan waktu kurang lebih seminggu perjalanan darat ini, tak sedikit pun tampak raut kelelahan di wajah mantan presiden RI ini. Mengawali perjalanan darat dari Jakarta pada 20 Juni dan akan berakhir di Bali 27 Juni, semangat Mega seolah-olah tak pernah surut.
Bahkan, saat kampanye terbuka di Banyumas, 23 Juni kemarin,Β Mega sanggup berpidato sekitar setengah jam di bawah sengatan terik matahari. Sebelum berpidato di tepi Bendungan Gerak Serayu, Rawelo, capres dari PDIP dan Gerindra ini menolak mengenakan topi dengan alasan massa pendukungnyaΒ tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Padahal, kader lain rata-rata mengenakan topi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MisalΒ saja dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Magelang, Mega singgah di sebuah warung sederhana. Warung makan dengan ornamen khas Yogya ituΒ bernama 'Pecel Organik'.
"Pecel kami sayurannya ditanamΒ tanpa pestisida mas," kata Mitha, anak pemilik warung kepada detikcom, Selasa (23/6/2009).
Di warung yang beralamat di Jl Seturan, Yogyakarta ini tersedia sayur mayur segar seperti kacang panjang, buncis, pare, timun, gambas, dan kol yang ditanam tanpa pestisida. Bahkan tempe dan tahunya juga terbuat dari kedelai bebas pestisida. Rasanya, tentu maknyus! "Insya Allah kami yang pertama di Yogya mas," ujar Mitha.
Mitha menjelaskan, sayur-mayur yang menjadi pecel warungnya tersebut dipasok oleh kelompok petani yang bernama Sahani. Sahani, kata dia, kelompok petani yang konsisten menghasilkan produk pertanian yang sehat bagi rakyat dan ramah lingkungan.
"Pestisida bisa menghancurkan lahan juga mas. Belum lagi sifatnya yang tidak bisa dicerna tubuh, lama-lama bisa menyebabkan kanker," katanya dengan logat khas Kota Gudeg.
Nah, bagi Anda yang sudah mulai uzur, atau yang masih muda tapi tetap ingin bugar sampai tua, tak ada salahnya untuk meniru kebiasaan Mega menyantap yang ijo-ijo ini.
(lrn/asy)











































