Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Maklum saja jadwal sidang maraton
hingga larut malam cukup menguras banyak tenaga. Untuk memulihkan stamina, tukang pijit menjadi salah satu solusinya.
"Kami di sini juga ada tukang pijit, setiap 15 menit duduk kami minta pijit.
Itu biasa dilakukan. Alhamdulillah minggu terakhir sidang semua masih berjalan lancar," ujar Mahfud kepada wartawan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2009).
Meski lelah, MahfudΒ merasa semua kasus tidak terlalu sulit karena pada saat pembuktiaan masalahnya akan mudah. "Akan ada bukti-bukti, saksi lalu kita periksa mana bukti yang paling benar atas dasar bukti yang benar itulah nanti keputusan akan ditetapkan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud mengaku, sudah mulai jenuh terhadap kasus-kasus perselisihan hasil
pemilu karena hampir sama permasalahannya, seperti pengelembungan suara,
penggembosan, serta kecurangan oleh aparat.
"Itu menjenuhkan tetap itu sangat penting, karena menyangkut masa depan
demokrasi Indonesai. Makanya harus diselesaikan secara sungguh-sungguh,"
kata Mahfud.
Perselisihan hasil pemilu, menurut dosen Fakultas Hukum UII Yogyakarta ini harus diselesaikan secara tegas Agar pada pemilu yang akan datang tidak ada lagi kecurangan. Sebagai lembaga yang independen MK harus sungguh-sungguh karena juga menyangkut hak masyarakat.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir pengadilan di MK terlalu sembrono,
masa pengadilannya 30 hari menyelesaikan 500 kasus," tandasnya.
(did/anw)











































