Erry Riyana, Pendekar Anti-Korupsi Yang Setia Dengan Masakan Sunda

Erry Riyana, Pendekar Anti-Korupsi Yang Setia Dengan Masakan Sunda

- detikNews
Sabtu, 09 Mei 2009 07:30 WIB
Jakarta - Walau sudah malang melintang menjabat posisi penting di beberapa perusahaan Erry Riyana Hardjapamekas tidak ingin melepas masa pensiunnya dengan berdiam diri. Pria asli Bandung kelahiran 9 September 1949 ini selalu ingin menyibukkan diri dengan aktifitas yang positif dan memberikan kebaikan bagi bangsa.

"Saat ini saya sedang mengundurkan diri dari komisaris BNI, karena mau mengajukan diri menjadi anggota BPK. Biar enggak ada benturan kepentingan," ujar Erry saat ditemui detikcom usai jumpa pers di kantor Pusat Studi hukum dan Kebijakan Indonesia, Puri imperium, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2009).

Mantan Wakil Ketua KPK 2003-2007 ini terkenal orang yang tegas dalam bersikap. Namanya sudah terkenal sebagai salah satu tokoh antikorupsi dengan menyabet Bung Hatta Anti Corruption Award pada tahun 2003 untuk kategori bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski saat ini sudah bukan lagi menjabat sebagai anggota KPK, namun bukan berarti perjuangan untuk memberantas korupsi harus tamat. Beberapa waktu lalu wajahnya tampak di gedung KPK. Kehadirannya tidak lain untuk memberi dukungan kepada jajaran KPK agar tetap semangat bekerja.

"Kita semua prihatin, tapi bagaimanapun KPK jangan sampai dibawa-bawa," ungkapnya.

Ayah dari 4 orang anak ini mengaku, semua pihak tentunya sangat terpukul dengan adanya kasus yang menimpa KPK saat ini. Terutama bagi dirinya sendiri yang pernah mengukir kenangan manis di lembaga tersebut.

"Tolong jangan dicemooh lembaganya, karena setelah saya tanya penyidik, pimpinan, dan staf semua merasa terpukul," tambahnya.

Selain komitmen terhadap pemberantasan korupsi ia pegang teguh, ada satu komitmen yang selalu ia tanamkan. Yaitu tetap berselera tradisional. Sebagai warga asli dari tanah pasundan, akuntan lulusan Unpad ini lebih suka makanan sunda dibanding makanan lainnya.

"Makanan sunda lah, itu komitmen," pungkasnya.
(ape/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini