"Kalau disuruh memilih mengisi kursi kabinet dan pimpinan DPR, saya lebih memilih pimpinan DPR," kata Hayono Isman.
Hal ini dikatakan Hayono saat berbincang santai dengan wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu program saya sebagai caleg," kata Hayono.
Menurut Hayono, jika presiden berikutnya datang dari PD, maka
sebaiknya pimpinan atau Ketua DPR juga dari partai plat merah tersebut.
"Agar presiden dan DPR kompak menghadapi krisis yang terjadi," kata anggota Dewan Penasihat PD ini.
Hayono Isman kini berlaga di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta I, satu dapil dengan Ketua DPR saat ini, Agung Laksono. Selain sama-sama pernah menjabat Menpora, keduanya juga pernah memimpin Kesatuan Organisasi Serbaguna dan Gotong Royong (Kosgoro), organisasi sayap Partai Golongan Karya (Golkar), meski akhirnya terjadi perpecahan kepengurusan.
"Kalau Kosgoro sekarang sudah independen, tidak punya afiliasi parpol. Kalau Kosgoro 1957 (yang diketuai Agung Laksono) kan masih Golkar," ungkapnya.
Berarti siap menggeser Agung? "Niatnya tidak begitu, tapi konsekuensi politiknya kan bisa begitu," pungkasnya.
(lrn/nwk)











































