JK Rajin Razia Sepatu

JK Rajin Razia Sepatu

- detikNews
Rabu, 11 Mar 2009 12:06 WIB
JK Rajin Razia Sepatu
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ternyata sangat rajin melakukan razia sepatu. Saat rapat kabinet, tidak jarang JK 'iseng' ngecekin sepatu yang dipakai para menteri. Kali ini yang jadi korban 'razia' Wapres tidak hanya para menteri, tapi gubernur dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa.

Meski keponakan sendiri, JK tidak pandang bulu. Pak Wapres tetap mengkritik sang keponakan karena dinilai kurang cinta produk dalam negeri. Β 

Kejadian itu berlangsung dalam acara penutupan sidang dewan pleno I HIPMI di hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (11/3/2009). JK sempat menanyakan Erwin soal sepatu yang dikenakannya. "Win, sepatu mu buatan apa?" tanya JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bally," jawab Erwin.

"Ah, Bally berarti ia membuat (tema) kemandirian ekonomi tetapi tidak melaksanakan kemandirian ekonomi," ucap JK disambut riuh para hadirin.

Tak berhenti sampai di situ, JK juga menanyakan beberapa tamu undangan lainnya termasuk Menteri Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, dan beberapa Gubernur yang hadir, yang jawaban rata-rata menjawab dari buatan Bandung.

"Wah, ketua Hipmi yang berpidato kemandirian ekonomi dia pakai asing, besok berubah harus pakai Cibaduyut," seru JK.

JK memang sedang giat mengkampanyekan penggunaan sepatu lokal. Berkali-kali JK menyempatkan diri mengecek merek sepatu para bawahannya. JK mengaku, selama satu bulan kampanye penggunaan sepatu lokal akhir-akhir ini, hasilnya permintaan sepatu dalam negeri naik hingga 20%.

Menurut JK, sepatu adalah lambang nasionalisme, ia mencontohkan kasus pelemparan sepatu beberapa waktu lalu sempat menghina AS setelah bertahun-tahun. Padahal harga sepatu hanya ratusan dollar atau jauh lebih murah dari harga roket seharga jutaan dollar.

"Karena kita harus sadar kalau bicara kemandirian harus dilaksanakan jangan hanya dipidatokan, itu lebih baik. Itu namanya lebih cepat dan lebih baik," ucapnya disambut riuh.

Menurutnya inti dari kemandirian adalah semangat dan keharusan kalau Indonesia bisa melakukannya. Ia mencontohkan bebebrapa program pemerintah yang awalnya tidak mungkin dilakukan pada akhirnya bisa dilakukan dengan modal semangat untuk bisa misalnya program konversi energi, pembangunan bandar udara dan lain-lain.

Dikatakannya Indonesia memiliki kemampuan tinggi dalam banyak hal namun selama tidak melakukannya dengan baik, termasuk selalu meminta konsultan dan bantuan asing.

"Yang tamatan SD di Indonesia saja bisa jadi presiden Amerika. Tapi tidak ada tamatan dari universitas di AS yang jadi presiden di Indonesia," seloroh JK tertawa.

(qom/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads