"Saya membangun jaringan dengan metode MLM. Jadi saya rekrut tim sukses di daerah-daerah dan mereka akan kerja dengan membangun sistem MLM," ujar Nindya Nazara dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (26/2/2009).
Dengan menggunakan metode MLM tersebut, menurut Nindya, tiap minggu dia mendapatkan perkembangan dari tim suksesnya di daerah. Tim sukses inti yang merupakan teman-teman sekolahnya ini mempunyai 'bawahan' lagi di daerah-daerah yang jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka tersebar di tiga kabupaten kabupaten yakni Karawang, Bekasi dan Purwakarta (Dapil Jabar VII).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya anti sekali dengan money politics. Sepeser pun saya tidak mengeluarkan uang ke partai. Kecuali pada saat berurusan dengan kepolisian karena mengurus SKKB, surat kesehatan dan sebagainya," imbuh pria yang kesehariannya menjadi manajer sebuah lembaga pembiayaan ini.
Kenapa tidak menjadi caleg di partai besar saja, yang kemungkinan terpilihnya juga besar? "Untuk menjadi anggota partai, kita mesti pelajari platform, apa sesuai dengan hati nurani kita," jawab pria yang lahir pada 12 Oktober 1968 ini.
Nindya membidik pemilih mengambang (floating mass) untuk mendulang suara. Selain itu, massa yang berpotensi untuk golput juga menjadi bidikannya. "Saat ini massa golput jumlahnya 40 persen, bahkan mendekati 50 persen," pungkasnya. (anw/nrl)











































