Hal ini diumumkan Sekretaris Jenderal DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz dikantornya, jalan Diponegoro 60, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/2009). Suykron menilai PPP memiliki potensi yang kuat untuk mengembalikan persatuan umat.
"PPP telah menunjukan komitmennya untuk menyatukan umat yang kini terpecah belah," kata Syukron.
Bahkan untuk menjamin hal tersebut, KH Syukron telah membuat Memorandum Of Understanding (MOU) yang berisi 3 poin yaitu : PPP tetap komitmen terhadap ajaran syariat Islam, jangan menjadikan agama untuk kepentingan politik, dan melakukan reformasi di internal PPP.
Baginya, kepindahan ke PPP adalah suatu bentuk perjuangan untuk menentang Liberalisme. Menurut Syukron, paham liberalisme yang kini dianut Indonesia adalah sebab dari hancurnya tatanan sosial agama.
"Para Kyai (ulama) semakin terkotak-kotak, di kamar-kamar, sehingga ruang geraknya terbatas dan sempit," imbuhnya.
Agar paham kebebasan tersebut tidak berkembang lebih besar, Syukron mengimbau agar partai-partai Islam saat ini bergabung pada kekuatan partai Islam besar. PPP dianggap partai Islam yang cukup komitmen dan berpengalaman untuk menghadapi tantangan itu.
"Saya imbau, mari kita kembali kepada satu rumah, tidak usah saling curiga lagi," tandasnya. (ape/anw)











































