Kuntoro: Alhamdulillah Saya Masih Waras dan Utuh

Kuntoro: Alhamdulillah Saya Masih Waras dan Utuh

- detikNews
Rabu, 21 Jan 2009 11:26 WIB
Kuntoro: Alhamdulillah Saya Masih Waras dan Utuh
Jakarta - Menjalani tugas sebagai ketua Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh bukan perkara mudah bagi Kuntoro Mangkusubroto. Saking beratnya, di tahun bertama bertugas bobot tubuh mantan Menteri Pertambangan dan Energi ini sempat susut 8 kg.

Kaget, begitulah perasaan Kuntoro saat mengetahui dirinya ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Ketua BRR. Di benaknya muncul banyak pertanyaan mengapa dirinya yang ditunjuk.

"Kalau memang mau membangun jembatan atau infrastruktur lainnya, itu kan wilayahnya teman-teman di PU (Departemen Pekerjaan Umum). Logikanya kan begitu. Saya ini kan tidak pernah bersentuhan dengn masalah itu," ujar Kuntoro dalam perbincangan santai dengan detikcom dan sejumlah pimpinan media massa nasional di Hotel The Sultan, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden SBY pun kemudian memberikan berbagai penjelasan kepada Kuntoro. Setelah melalui pembicaraan yang panjang, lulusan ITB ini menyanggupi tugas selaku ketua BRR.

"Presiden bilang ini bukan hanya persoalan membangun infrastruktur yang rusak di Aceh. Tapi ini adalah bagaimana kita membangun sebuah bangsa," ungkap Kuntoro.

Eks Dirut PLN ini juga mengatakan, ada sejumlah syarat yang diajukannya kepada Presiden saat menerima tugas sebagai ketua BRR. Salah satunya, dia ingin kewenangan ketua BRR setingkat dengan menteri. Dengan demikian, BRR hanya bertanggung jawab dan memberikan laporan kepada presiden.

"Lagi pula saya kan perlu orang-orang terbaik dari berbagai departemen untuk menjalankan tugas di BRR. Kalau saya di bawah menteri, tentu tak mudah mengambil mereka. Harus izin menterinya dulu, ini, itu dan segala macam urusan lainnya. Padahal tugas BRR sangat mendesak," ungkap Kuntoro.

Setelah segalanya siap, Kuntoro pun terbang ke Aceh. Dia memang sengaja memilih berkantor di sana agar lebih efisien dalam melaksanakan berbagai tugas. Menurut Kuntoro, keputusan ini sempat membuat Presiden SBY sedikit kaget. Sebab awalnya Presiden mengira Kuntoro akan berkantor di Jakarta.

Sesampainya di Aceh, Kuntoro langsung melaksanakan berbagai program kerja antara lain pendataan korban dan pemetaan wilayah bencana. Di tahun pertama menjalankan tugas sebagai ketua BRR, Kuntoro mengaku sangat berat. Sebab tsunami yang terjadi pada Desember 4 tahun lalu memang telah meluluhlantakkan Aceh.

"Di tahun pertama memang sangat berat. Saya harus memulainya tidak dari nol, tapi minus. Berat badan saya bahkan sempat turun 8 kg," ungkap Kuntoro.

Namun kini Kuntoro merasa lega. Banyak hal sudah dilakukan BRR untuk membangun kembali Aceh dari keterpurukan. Dan pada April 2009 mendatang, tugas BRR akan berakhir. Selanjutnya apa yang sudah dikerjakan BRR selama ini akan diserahkan ke Pemda NAD.

"Alhamdulillah, saat ini saya masih waras dan utuh," ujarnya sambil tertawa lepas.

(djo/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads