Lulus Cumlaude, Idrus Marham Diminta Segera Cari Istri

Lulus Cumlaude, Idrus Marham Diminta Segera Cari Istri

- detikNews
Sabtu, 17 Jan 2009 14:53 WIB
Lulus Cumlaude, Idrus Marham Diminta Segera Cari Istri
Yogyakarta - Promovendus Idrus Marham dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude dalam menempuh ujian terbuka promosi doktor bidang ilmu politik di Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim penguji meminta Idrus Marham segera mencari istri, sehingga ada orang yang selalu mendampingi.

Pesan itu disampaikan oleh Prof Dr Mohtar Mas'oed mewakili para guru besar/tim penguji yang menguji Idrus Marham seusai menyatakan lulus dengan predikat Cumlaude di gedung Pasca Sarjana UGM lantai V, Jl Teknika Utara, Sabtu (17/1/2009). Idrus merupakan doktor ke 1.019 yang menempuh ujian di UGM.

"Kami tahu kursi paling depan di bagian kiri itu biasanya untuk keluarga dan orang paling dekat. Namun kami tahu orangtua saudara juga tidak bisa hadir karena kondisi kesehatan. Sedang pendamping juga belum ada. Pesan kami, Doktor Idrus Marham cepat-cepatlah mencari," kata Mochtar langsung disambut tepuk tangan tamu undangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar gojlokan para guru besar senior UGM itu, Idrus Marham hanya menunduk sopan sambil memegang ijazah doktor yang baru saja diraihnya. Sedang Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla langsung tersenyum mendengar guyonan para tim penguji.

"Kami juga berpesan kepada bapak Jusuf Kalla agar jangan diberi jabatan kalau belum punya pendamping," kata Mochtar sekali lagi.

Saat menyampaikan pesan dengan penuh gurauan selama lebih kurang 15 menit itu, Mochtar meledeknya dengan mengatakan akan menyampaikan pesan-pesannya selama dua jam. Sedang Idrus yang merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu tetap berdiri di depan tim penguji.

Bahkan ketika Idrus terbatuk-batuk, Mochtar dengan spontan bergurau mengatakan agar batuknya ditahan. "Kalau orang batuk dalam acara seperti ini biasanya tidak suka atau interupsi kalau dalam sidang," kata Mochtar.

Mendengar gurauan itu Idrus tetap terdiam sambil terus mendengarkan petuah para guru besar senior UGM itu.

Mochtar juga terkesan dengan kerja keras yang dilakukan Idrus selama melakukan bimbingan dengannya maupun dengan copromotor Prof Dr Miftah Thoha dan Dr Nanang Pamudji. Meski demikian, Idrus tidak mengalami saling berebutan untuk meminjam buku dengan mahasiswa lain. Proses melibatkan diri dalam kegiatan belajar ini yang harus dipuji.

"Pesan terakhir, kami juga mohon maaf kepada Pak RT, Pak RW hingga Pak Dukuh di sekitar Pasca Sarjana karena banyak jalan ditutup dan banyak tentara dan polisi karena acara ini," pungkas dia. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads