Guruh memang mengaku pernah merasa terzalimi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Soeharto. Namun ia telah menghilangkan semua rasa sakit hati yang ada.
"Sampai saat ini saya masih orang spiritual jadi nggak ada dendam, tapi yang ada kasih dan sayang," demikian ujar Guruh saat perayaan ulang tahunnya di kediamannya, Jl. Sriwijaya, Jakarta, Selasa (13/1/2009) malam.
Perayaan ulang tahunnya yang ke-56 itu bertepatan dengan satu tahun meninggalnya Soeharto. Namun menurut putra bungsu Pak Karno tersebut, hal itu bukanlah suatu kebetulan.
"Setahun Pak Harto itu menurut hitungan Jawa. Jadi ulang tahun ini nggak ada sangkut pautnya," pungkasnya lagi.
Walau mengaku memaafkan dan tidak dendam pada Pak Harto, namun Guruh berharap semua kesalahan Pak Harto saat menjabat sebagai Presiden dapat dipertanggungjawabkan secara hukum yang berlaku. (kee/iy)











































