Di daerah pemilihannya yang mencakup Kabupaten Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, Ganjar mengaku belum memasang satu baliho pun.
"Saya belum satu pun memasang baliho. Kalau diminta (konstituen) untuk masang, ya saya pasang," ujar Ganjar saat berbincang dengan dengan detikcom, Senin (12/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lha wong letak parpol dalam kertas suara saja mereka banyak yang belum tahu. Belum lagi di kertas suara kan tidak dicantumkan foto caleg. Jadi kurang efektif," jelas pria kelahiran Karanganyar 28 Oktober 1968 ini.
Ganjar meyakini, aksi door to door yang dilakukannya lebih efektif ketimbang harus memasang baliho besar-besar di jalan-jalan.
"Kebanyakan mereka (konstituen) bilang, saya akan memilih yang datang mengunjungi saya. Saya nggak kenal sama mereka yang di jalan-jalan (baliho)," cerita Ganjar meniru ucapan konstituennya.
Ganjar juga mengeluhkan KPU yang kurang maksimal dalam menyosialisasikan tata cara pemungutan suara di daerah-daerah. "Bayangkan mereka butuh 3 menit untuk mencari pilihan mereka di kertas suara," ujar Ganjar yang mengaku turut membantu sosialiasi.
(nrl/nrl)











































