Hal ini yang pernah dialami oleh Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi. Sebelum mendapatkan Dapil 2 Sumatera Selatan untuk caleg DPR, ia sempat dilemparkan ke berbagai tempat oleh partainya. Padahal ia juga termasuk pengurus DPP dari PBR.
"Pertama saya ditaruh di Dapil Lampung baru beberapa bulan di sana, saya dilemparkan ke Dapil Jakarta. Di Dapil Jakarta juga 3 minggu lalu di buang kembali ke Bogor. Pokoknya berdarah-darah kalau mengingat itu," kenang Bursah kepada detikcom di ruang kerjanya di kantor DPP PBR, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kartu nama inilah yang menurut saya cara efektif memperkenalkan diri saya ke daerah pemilihan saya," kata Bursah.
Menurut Bursah hal itu diterimanya karena ia tidak mempunyai modal yang kuat untuk bisa mendapatkan nomor urut yang strategis. Ia menambahkan, modal yang dipunyainya adalah semangat dan keberanian. Karena pengalaman pahit itu saat ini Bursah telah mempersiapkan calegnya sejak 1 tahun lalu dan membiarkan mereka untuk survive tanpa harus menyetorkan sejumlah uang untuk kepentingan partai. (ron/iy)











































