Jenny Dee dan Bahasa Indonesia

Jenny Dee dan Bahasa Indonesia

- detikNews
Kamis, 04 Des 2008 15:15 WIB
 Jenny Dee dan Bahasa Indonesia
Jakarta - Perempuan cantik bernama Jenny Dee ini adalah perempuan Australia. Dia baru satu tahun berada di Indonesia. Namun, yang mengesankan, dia bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar. Dia terlihat pintar dan cepat belajar.

"Good morning," sapa detikcom pada Selasa (2/12/2008) pagi lalu. Namun, perempuan berambut pirang ini malah menjawab, "Selamat pagi. Saya bisa berbahasa Indonesia."

Sangat masuk akal bila Jenny harus menguasai bahasa Indonesia. Sebab, dia adalah diplomat yang ditugaskan di negeri Merah Putih ini. "Saya harus bisa bahasa Indonesia, karena penting untuk berkomunikasi di Indonesia, terutama di daerah-daerah," ujar perempuan yang menjabat sebagai Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Juru Bicara Kedubes Australia untuk Indonesia ini.

Setahun lalu, Jenny menginjakkan kaki di Indonesia. Namun, dia baru secara resmi menjabat sebagai Juru Bicara Kedubes Australia sejak Maret 2008. Sebelum resmi menjabat, Jenny mengasah kemahirannya berbahasa Indonesia. Dia belajar bahasa Indonesia di Yogya, kemudian diteruskan di Jakarta. "Saya harus terus mempraktekkan bahasa Indonesia. Kalau bahasa Jawa, saya belum bisa," ujar perempuan asal Brisbane bertinggi sekitar 175 cm ini.

Sebagai juru bicara Kedubes Australia, Jenny pun fasih saat berbicara bagaimana kebijakan luar negeri Australia. Dia juga sangat hafal program-program kerja sama yang dijalankan pemerintah Australia di Indonesia. "Yang pasti, Indonesia buat kami adalah partner yang sangat strategis," ujar perempuan yang di jari manisnya melingkar sebuah cincin ini.

Selama ini, kata Jenny, pemerintah Australia telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Indonesia, dalam banyak hal. Antara lain di bidang pendidikan dan sosial. Selama ini, pemerintah Australia telah mengucurkan bantuan untuk pembangunan sekolah-sekolah dan bantuan untuk korban tsunami Aceh. Masih banyak program yang dikucurkan Australia.

Sebagai seorang diplomat, Jenny juga terbiasa berbicara diplomatis. Ini terlihat saat detikcom menanyakan bagaimana personaliti antara PM Australia sekarang, Kevin Rudd dengan PM Australia sebelumnya, John Howard. Dia tidak mau membandingkan lebih tegas bagaimana Kevin Rudd dengan John Howard. Dia bilang kedua tokoh itu sama-sama bagus. Dia juga tidak mau berkomentar mengenai politik Indonesia.

Seorang diplomat memang tidak harus terus menerus bicara serius. Di luar hal-hal serius, Jenny sangat membanggakan tim sepakbola Kedubes Australia, meski timnya jarang menang saat bertanding. Dia sangat senang bila detikcom bisa melakukan tanding dengan tim Kedubes Australia. "Kami juga punya tim perempuan lho," ujar dia.  (asy/nrl)


Berita Terkait