Hatta Rajasa, Khutbah Jumat dan Imam

Laporan dari Peru

Hatta Rajasa, Khutbah Jumat dan Imam

- detikNews
Sabtu, 22 Nov 2008 01:06 WIB
 Hatta Rajasa, Khutbah Jumat dan Imam
Lima - Jangan sangka para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) hanya bisa mengurusi urusan pemerintahan. Mensesneg Hatta Rajasa misalnya. Ternyata dia jago juga menyampaikan khutbah Jumat dan menjadi imam salat.

Hatta menyampaikan khutbah dalam salat Jumat di sebuah ruang di lantai 9 Hotel Melia Lima, Kota Lima, Peru, Jumat (21/11/2008) pukul 12.00 waktu setempat atau pukul 00.00 WIB, Sabtu (22/11/2008). Hatta yang mengenakan peci hitam sangat lancar dalam menyampaikan khutbah Jumatnya, termasuk kalimat-kalimat Arabnya.

Salat Jumat di hotel Melia Lima ini diikuti sekitar 70 orang, yang semuanya adalah para delegasi dan rombongan Indonesia untuk acara KTT APEC 2008. Hadir juga Presiden SBY, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menneg LH Rachmat Witoelar dan sejumlah pejabat lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya bukan hal aneh, bila Hatta lancar berkhutbah Jumat. Sebab, sewaktu menjadi mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Hatta adalah anggota jamaah Salman ITB, kelompok kajian mahasiswa muslim yang sangat populer di tengah gerakan mahasiswa Islam.

Salman ITB telah menelurkan banyak tokoh dan pejabat mumpuni di pemerintahan. Hingga saat ini, Salman ITB juga masih terus eksis berkiprah untuk masyarakat. Sejak 2007 hingga 2010, Hatta masih tercatatΒ  sebagai anggota Majelis Wali Keluarga (MWK) Keluarga Alumni Masjid (Kalam) Salman ITB.

Dalam khutbah Jumatnya, Hatta yang kini juga menjabat sebagai Ketua IA ITB ini menyinggung masalah krisis di Indonesia. Menurut dia, Allah tidak akan meninggalkan manusia dalam keadaan sulit. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh kaum muslim adalah bertaqwa kepada Allah SWT, karena taqwa adalah energi positif.

Berbagai macam ancaman, termasuk krisis global saat ini akan selalu menghampiri manusia. Ini merupakan suatu cobaan. Dan orang beriman akan terus selalu menghadapi cobaan-cobaan. "Tapi, Allah tidak akan membebani hambanya dengan beban yang melebihi kemampuannya," kata Hatta.

Karena itu, Hatta mengajak jamaah untuk berprasangka baik kepada Allah dalam menghadapi krisis ini. Ada dua hal yang harus dilakukan dalam menghadapi krisis, yaitu ikhtiar dan tawakkal dan bersyukur.

Hatta kemudian menyitir surat Al Insyirah yang berisikan tentang etos kerja. Di dalam surat ini disebutkan sebanyak dua kali bahwa di dalam kesulitan itu ada kemudahan. "Kemudahan bukan datang setelah kesulitan, tapi kemudahan itu ada di dalam kesulitan," ujar Hatta.

Untuk mendapat kemudahan, Allah menyuruh manusia mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan tuntas. Setelah itu, manusia harus berpasrah (bertawakkal kepada Allah).

Seusai memberi khutbah Jumat, Hatta kemudian menjadi imam salat. Rakaat pertama, Hatta membacakan surat Al Fatihah dan dua ayat terakhir surat Al Baqarah. Di rakaat kedua, Hatta membacakan Al Fatihah dan surat Al Insyirah.

Seusai salat Jumat, Hatta pun dipuji. "Luar biasa," kata salah seorang pejabat. Hatta sendiri merendah. "Saya kalau kepepet, insya Allah bisa," kata Hatta. (asy/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads