Ditemui wartawan detikcom Arifin Asydhad di Hotel Ritz Carlton, Washington, DC, Jumat (14/11/2008), Syamsi Ali tampak segar. Pria yang masih terlihat muda ini sempat berbincang dengan detikcom sebelum menyampaikan khutbah Jumat dalam salat Jumat bersama Presiden SBY di ruang Roosevelt Hotel Ritz Carlton.
Mantan staf di Perwakilan Tetap RI di PBB ini mengaku semakin mantap untuk membina umat di negeri Paman Sam. Berdakwah dan memimpin ibadah bagi kaum muslim AS sudah menjadi bagian jiwanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kendala yang berarti di AS bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah. Kita punya kebebasan, tidak ada tekanan apa pun," ujar alumnus dari Universitas Antar Bangsa Pakistan itu saat ditanya apakah pernah mengalami tekanan dalam melakukan dakwahnya. Sebelum bersekolah di Pakistan, Syamsi Ali adalah santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
Selain menjadi imam di Masjid Pusat Islam New York, sejak 1997 Syamsi Ali memimpin Masjid Al Hikmah, masjid satu-satunya yang dimiliki masyarakat Indonesia di AS. Sejak kedatangannya di AS tahun 1996, Syamsi Ali terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas muslim internasiona dan terpilih sebagai Ketua Muslim Day Parade sejak 1998.
Syamsi Ali juga adalah salah satu pendidik Dewan Imam di Kota New York dan dipercayai mewakili umat Islam New York mendampingi Presiden AS George Bush ketika berkunjung ke Ground Zero pasca serangan 11 September 2001.
Syamsi Ali juga mewakili masyarakat muslim dalam perhelatan akbar "Pray for America" di Yankee Stadium setelah tragedi 11 September bersama mantan Presiden Clinton, Senator Hillary Clinton,serta pejabat tinggi New York lainnya.
Syamsi Ali juga sangat dikenal di dunia interfaith. Menjadi peserta dan pembicara pada International Summit of Rabbi Imam di Seville tahun 2006, mewakili umat Islam dalam dialog MDG di White House dengan Presiden Bush tahun 2007, serta mensponsori pertemuan tahunan pertama Imam dan Rabbi se Amerika Serikat 2007.
Syamsi Ali juga dikenal sebagai juru bicara Komunitas Muslim di AS. Tampil di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, seperti CNN, CBS, ABC, Fox, Al Jazirah, Saudi TV, dan lain-lain. "Kemarin baru saja saya menjadi pembicara dalam diskusi interfaith mengenai bibel dan Alquran dan disiarkan oleh CBS," ujar Syamsi.
Peran Syamsi Ali yang begitu besar dalam mengembangkan Islam yang damai di AS ini membuat Presiden SBY ingin berbincang dan berdiskusi lebih jauh dengannya. Rencananya, di sela-sela kesibukannya menghadiri berbagai acara penting di Washington DC, SBY akan bertemu Syamsi Ali secara khusus pada Sabtu (15/11/2008) pukul 20.00 WIB atau Minggu dinihari WIB. (asy/asy)











































