Pria kelahiran 19 agustus 1979 ini merupakan lulusan ilmu sosial politik dari California State University. Selama menjalani kuliah di Amerika, Dave bekerja sebagai petugas operasional di lab komputer yang berada di pojok di lantai 4 kampusnya.
Sebagai petugas tentunya Dave mempunyai wewenang untuk menghidupkan dan merawat 30 komputer yang ada di ruangan itu. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperkecil anggaran yang dikirim keluarganya dari Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berangkat malam kalau tidak pukul 11.30 malam, jalan sudah sepi dan penerangan dikampus sudah dimatikan hanya ada 4 titik disetiap lantainya," kata President Director PT Alabasta Syynergy ini kepada detikcom di ruang kerjanya, Kamis (13/11/2008).
Dave yang mempunyai kunci ruangan lab dengan leluasanya membuka sekaligus mengunci pintu lab dari dalam. Kemudian ia menggunakan peralatan printernya untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Namun ia tidak menduga kalau petugas keamanan selalu mengontrol keamanan khususnya yang berada di wilayah kampus datang. Tiba-tiba lantai 4 yang tadinya sepi berubah menjadi berisik karena pintu lab digedor-gedor oleh beberapa orang yang meminta Dave untuk segera keluar ruangan itu.
Dave yang tidak menyangka hal ini terjadi langsung panik dan menayakan siapa yang berada diluar." Siapa diluar," kata Dave.
Pertanyaan Dave tidak dijawab. Malah sang penggedor pintu meminta Dave untuk keluar secepatnya dengan membuka pintu dan tangan berada di atas kepala. Dave menuruti perintah petugas keamanan yang berada diluar lab dengan membuka pintu. Alangkah kagetnya Dave setelah pintu terbuka dirinya telah ditodong 4 pistol yang dimiliki oleh petugas keamanan.
"Tenang-tenang dulu, saya adalah mahasiswa disini," kata Dave sambil menunjukkan kartu mahasiswa kampusnya. Tapi petugas keamanan tidak mau langsung percaya, kemudian bertanya mana kartu pengenal petugas lab komputer. Dave kelabakan karena kartu pengenal belum jadi, namun sudah dikasih kunci untuk membuka pintu lab.
"Saya tidak ada pengenal tapi ada kunci yang diberikan kepada saya untuk membuka dan merawat apa saja yang berada diruangan ini, Silakan bapak-bapak melihatnya," terang Dave sambil ketakutan.
Setelah melihat dan mencoba sendiri akhirnya petugas keamanan kampus percaya kepada Dave bahwa ia adalah petugas penjaga Lab komputer tersebut. Setelah diberikan penjelasan alasan Dave kenapa ada diruangan lab itu, petugas keamanan itu pergi.
"Mereka pikir saya hendak menyabotase atau melakukan yang bisa membahayakan kampus," kata Dave sambil tersenyum.
(ron/irw)










































