"Saya tidak ingat wajah Obama saat itu. Benar-benar lupa. Tapi saat itu, dia memang perawakannya paling tinggi di antara kita," kata Emirsyah saat berbincang-bincang dengan detikcom di atas pesawat Kepresidenan Airbus 330-3411, menjelang keberangkatan Presiden SBY ke Washington DC, Kamis (13/11/2008).
Menurut dia, saat itu teman-temannya tidak paham bahwa dia adalah orang Amerika. "Kami menduga waktu itu adalah orang dari Papua," jelas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, saat ini teman-teman Obama saat sekolah di SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, sudah membuat perkumpulan 'Obama Fans Club". "Mereka akan mengadakan reuni. Saya juga diminta datang, dan insya Allah saya datang," kata dia.
Sayang, Emirsyah tidak ikut rombongan Presiden SBY ke Washington DC. Bisa saja, kalau Emirsyah Satar ikut, cerita bahwa Presiden SBY hanya bisa telepon-teleponan dengan Obama alias tidak bisa bertemu, bisa jadi lain.
Emirsyah seharusnya ikut dalam rombongan. Namun, gara-gara kesehatannya drop, dia batal ikut. "Saya dirawat di RS tiga hari. Baru kemarin keluar dari RS," kata Emirsyah sambil menunjukkan bekas tusukan infus di tangan kirinya. (asy/nrl)











































