Condro Kirono: Kemacetan Jakarta Harus Diatasi dengan IT

Condro Kirono: Kemacetan Jakarta Harus Diatasi dengan IT

- detikNews
Jumat, 07 Nov 2008 15:29 WIB
Condro Kirono:  Kemacetan Jakarta Harus Diatasi dengan IT
Jakarta - Hampir setiap hari, lalu lintas Jakarta selalu semrawut. Kemacetan yang hampir terjadi sepanjang hari itu seakan menjadi momok bagi warga Jakarta.

Kondisi ini pula yang menyita perhatian Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Condro Kirono. Pria yang sebelumnya bertugas di Polda Jawa Timur itu pun mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah lalu lintas Jakarta.

"Masalah macet di Jakarta ini harus diatasi dengan IT (teknologi). Kalau hanya penambahan jumlah pertambahan personel polisi, tidak akan bisa," kata pria yang berpenampilan dendi itu kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Condro Kirono mengatakan, pemecahan masalah lalu lintas itu juga tidak bisa dilakukan secara parsial. Seluruh pihak, kata dia, harus berkomitmen untuk mengatasi persoalan ini.

Misalnya, Pemprov DKI Jakarta harus bekerja sama agar penataan kota ditertibkan. "Jadi jangan membangun tempat-tempat umum seperti mal di lokasi-lokasi yang bisa menimbulkan kemacetan. Berani nggak, Pemprov melarang yang seperti itu," tandasnya.

Selain itu, menurut Condro, kemacetan di Jakarta juga diperparah dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang tidak terkontrol. Siapa saja, bisa menambah kendaraan sesuai keinginannya.

"Hal itu karena di Indonesia ini untuk dapat SIM sangat mudah. Padahal, mereka yang dapat SIM itu belum tentu mengerti tata cara mengendarai mobil atau motor," ujarnya.

Karena itu, Condro Kirono memiliki usul yang cukup brilian. Dia berharap, nantinya, untuk membuat SIM, setiap warga negara harus memiliki ijazah dari sekolah mengemudi.

"Tapi sekolah mengemudi tidak boleh sembarangan. Harus diawasi secara ketat agar tidak bisa diperjualbelikan," katanya.

Pria berkumis tipis itu menyadari, semua solusi itu tak bisa terjadi dalam waktu yang cepat. "Pasti perlu proses. Tapi saya ingin mewujudkannya," ujarnya.
(ken/iy)


Berita Terkait