Dekan Fakultas Hukum Islam Perguruan Tinggi Ilmu Al-qur'an itu juga menjelaskan, seluruh lapisan masyarakat Muhammadiyah menonton film tersebut. Meski digambarkan sekolah Muhammdiyah itu miskin, tapi Imam malah bangga.
"Justru kita makin percaya diri, sekolahnya reyot tapi anak-anaknya pintar," ujarnya saat memberi pembekalan pada kader PMB di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski latar belakangnya berbeda-beda, kader PMB harus jadi lokomotif pembangunan bangsa seperti Laskar Pelangi," harapnya.
(mad/nrl)











































