Jasman mengisahkan, ia pernah memarahi almarhum Jaksa Agung Singgih SH pada suatu pagi di tahun 1996. Menurut Jasman, saat itu ia mendapat informasi dari stafnya telah ditunggu telepon dari Kejaksaan Agung tanpa menyebutkan siapa identitas penelepon. Karena tidak mengetahui siapa yang telepon dan sang penelepon tidak memberi tahu siapa identitasnya, maka Jasman dengan tegas menanyakan keperluan sang penelepon tersebut.
"Siapa kau? Ada keperluan apa pagi-pagi telepon!" tanya Jasman dengan logat bahasa Medannya yang ketus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Singgih memberitahu kalau dirinya adalah Jaksa Agung. Sayangnya Jasman sempat tidak percaya kalau yang menelepon dirinya adalah benar Jaksa Agung langsung.
"Yang benar kau, jangan sembarangan kau mengaku Jaksa Agung!" gertak Jasman. Setelah lima menit dan telah yakin bahwa yang menelepon itu adalah pimpinannya, Jasman langsung minta ampun dan gemetar dengkul kakinya.
"Kaki dan seluruh tubuhku langsung lemas pada saat itu bahkan sempat kencing di celana sedikit, sungguh aku tak mengira kalau yang telepon itu adalah Jaksa Agung Singgih," kata Jasman kepada detikcom di ruang kerjanya, Rabu (22/10/2008).
Sejak saat itu setiap terima telepon dari seseorang, pria asal Sumatera Utara ini selalu bertanya dengan sopan.
(ron/iy)











































