Lelah itu sudah pasti. Apalagi di usianya yang jelas-jelas sudah tidak bisa disebut muda
lagi. Jika tidak punya trik khusus menjaga tubuh tetap prima, pastilah penyakit akan mudah
datang menyerang.
Lalu apa trik khusus yang selalu dilakoni pria berkepala plontos itu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara kunjungan yang berisi pemaparan soal rencana gelaran konferensi kemanusiaan terbesar di Indonesia itu, Suripto memang tampak bugar walau jam sudah menunjukkan lewat pukul 21.00 WIB. Dia serius mendengarkan masukan-masukan yang diberikan awak redaksi detikcom soal acara yang bakal digelar tanggal 31 Oktober -Β 2 November 2008 di Jakarta itu.
"Ini melatih syaraf motorik saya agar terus selalu bergerak," tambah Suripto.
Kemacetan di Jakarta tidak membuat dia malas untuk mengemudikan mobilnya sendiri. Bahkan untuk mencapai kantor detikcom, Suripto mengemudikan mobilnya yang bertransmisi otomatis sendirian selama 2 jam.
"Masih kuat kok," ujarnya dengan senyum terkembang.
Selain berusaha agar motoriknya selalu bekerja, Suripto mengklaim dirinya juga tidak mudah sakit oleh makanan. Suripto mengaku tidak punya pantangan terhadap makanan tertentu.
"Saya terbiasa makan 37 tusuk sate kambing. Saya membaca buku kalau golongan darah O itu tidak ada pantangan makanan. Jadi boleh daging ayam, daging rusa, dan lain-lain," jelas wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Sebagai penegasan kebugaran dirinya, Suripto lalu menceritakan saat dirinya masih menjabat sebagai sekjen Departemen Kehutanan (Dephut). Saat menelusuri hutan, pendampingnya yang berusia 44 tahun sudah kelelahan, sementara dirinya masih kuat.
"Selama jadi sekjen Dephut pernah jalan di hutan perbatasan Kalimantan. Karena sampai jauh sekali, kepala Dinas Kehutanan setempat sampai kram kakinya, padahal usianya masih muda," kenangnya. (gah/nwk)











































