"Saya tidak tahu mengapa dinamai cetak biru, yang saya tahu waktu saya sekolah dulu hanya ada dua warna yaitu biru dan merah," ujar Andi Matalatta.
Andi menyampaikan hal itu saat membuka 'Peluncuran cetak biru pembaharuan pelaksanaan sistem pemasyarakatan' di Gedung Depkum dan HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Kamis (16/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi warna merah itu harus diwaspadai," katanya sambil tertawa. Beberapa hadirin pun ada yang spontan menjawab, "Jadi lebih baik kuning ya Pak?".
Andi pun buru-buru memberikan pertanyaan tambahan. "Eh, jangan disalahartikan. Kalau dapat merah itu berarti tidak lulus, itu maksudnya," katanya sambil tertawa.
Oooh.. itu maksudnya. (rdf/nwk)











































