Pria berjanggut ini berangkat pada hari Lebaran ke-2. Ia berangkat menggunakan mobil pribadinya bersama istri dan anak-anaknya.
"Setiap tahun saya selalu menyetir sendiri, rasanya ada waktu untuk berakrab-akrab dengan keluarga," ujarnya melalui pesan singkat pada detikcom, Jum'at (3/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan lintas timur cukup kondusif, kecuali dari simpangan Jambi ke arah kota Muara Bulian, banyak lubang-lubang lebar dan menganga," lanjutnya.
Namun, selama perjalanan, Tifatul dan keluarga terpaksa harus makan biskuit dan kurma. Hal ini disebabkan restoran sepanjang jalur Sumatera masih tutup.
"Alhamdulillah bawa biskuit dan kurma, kami baru bertemu restoran buka setelah tiba di Gunung Medan, Sumatera Barat," tandasnya. (mad/ken)











































