"Kebahagiaan itu memang bisa karena kaya atau punya jabatan. Tapi kebahagiaan hakiki itu karena bertemu dengan teman lama," ungkapnya saat jumpa pers 'Kesiapan Jalur Mudik Lebaran Tahun 2008' di Departemen Pekerjaan Umum, Jl Patimura, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2008).
"Bertemu dengan teman lama itu kebahagiaannya meresap di dada. Di situ pulalah sebenarnya makna dari mudik," imbuh pria kelahiran 5 Juli 1943 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ada yang sudah rambutnya memutih dan sebagainya," kata Djoko yang telah menginjak umur 65 tahun itu sembari terenyuh.
Kini sebagai menteri PU di kabinet Indonesia Bersatu (KIB) pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Djoko menjadi pembantu presiden yang super sibuk saat menjelang lebaran. Apalagi kalau bukan menyiapkan jalur mudik yang lancar dan nyaman.
Dia merasa punya tanggung jawab mulia untuk memfasilitasi pencapaian kebahagiaan bagi para pemudik yang hendak berjumpa dengan orang tua,Β kerabat, dan teman mereka di tanah leluhur.
Β
"Kita (kabinet) juga dipesan oleh Pak SBY, 'Kan anda akan memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan kebahagiaan, maka bekerjalah dengan sekuat tenaga,'" ucap alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menirukan pesan presiden.
Mudik enggak, Pak? "Saya? Mudik dong," sahutnya disusul tawa renyah wartawan dan para pejabat Departemen PU yang mendampinginya dalam jumpa pers itu. (irw/sho)











































