Meskipun hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network teranyar menunjukkan pasangan Jokowi-JK masih unggul dari Prabowo-Hatta, namun peneliti LSI, Fitri Hari menekankan belum tentu Jokowi-JK akan memenangi Pilpres 9 Juli nanti.
"Jokowi-JK sementara unggul tipis, tapi belum tentu aman karena dukungannya masih di bawah 50 persen," kata Fitri dalam konferensi pers hasil survei LSI βKebangkitan Seminggu Terakhir, Head to Head Jokowi-JK vs Prabowo-Hattaβ di kantor LSI, Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (7/7/2014).
Menurut pandangan Fitri, ada beberapa penyebab yang harus diwaspadai oleh kedua kontestan. Yaitu masalah pemilih mengambang, tingkat golput, dan manuver yang mungkin terjadi pada masa tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Fitri, pergerakan suara di hari tenang tidak dapat terekam lagi karena survei sudah berakhir. Hal ini menyebabkan pergerakan serta peralihan suara masih sangat dinamis.
Masalah golput juga harus menjadi perhatian bagi kedua pasang capres-cawapres. "Jumlah golput sekitar 20-30 persen, yang jika lebih banyak dari pendukung Jokowi-JK tentu bisa membalik kemenangan," kata Fitri. Fitri menjelaskan perihal golput ini harus diwaspadai kubu Jokowi-JK.
Di samping faktor pemilih mengambang dan golput, Fitri juga mengingatkan akan adanya kemungkinan manuver atau kejadian luar biasa dari kedua pasangan hari tenang. "Ini yang tidak bisa diduga dan membuat kedua pasangan masih mungkin saling mengalahkan," ujar Fitri menegaskan.
(brn/brn)











































