Sementara pesaingnya Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mempunyai tingkat keterpilihan 48 persen. Pergerakan elektabilitas kedua kandidat presiden cukup menarik. Pada pertengahan Maret lalu saat nama Jokowi sudah diumumkan sebagai capres oleh PDI Perjuangan dia memiliki elektabilitas sebesar 45 persen, dan Prabowo Subianto 15 persen.
Selisih dukungan kedua capres itu cukup lumayan, yakni 30 persen. Namun angka itu terus berubah setelah pemilihan anggota legislatif April lalu. Apalagi setelah PDI Perjuangan yang mengusung Jokowi hanya memperoleh sekitar 19 persen suara, jauh di bawah target partai tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bulan Juni saat calon presiden tinggal Jokowi dan Prabowo, selisih elektabilitas menyempit lagi menjadi 4%, yakni Jokowi 52 persen dan Prabowo 48 persen.
Prabowo menurut Morgan banyak mendapat dukungan dari mereka yang sebelumnya mendukung calon lain, jauh melebihi Jokowi. Meskipun saat ini Jokowi masih di depan, Prabowo bisa menang bila perpindahan pilihan ke Prabowo terus berlanjut di sisa waktu sampai 9 Juli nanti.
"Pemilu Presiden kini terlalu dekat untuk dapat menentukan siapa pemenang secara pasti," kata Direktur Wilayah Asia Morgan Research Debnath Guharoy melalui keterangan tertulisnya Senin (30/6/2014).
Kubu Prabowo-Hatta menurut Guharoy telah bekerja keras mengecilkan margin, mengejar elektabilitas Jokowi-JK. Duet yang diusung koalisi Merah Putih itu juga berhasil 'memikat' calon pemilih saat tampil di acara debat capres dan cawapres.
Penampilan Prabowo-Hatta di acara debat cukup mempengaruhi calon pemilih. Pasalnya saat ini sembilan dari sepuluh calon pemilih memiliki mobile phone. Bahkan satu dari tiga mempunyai smart phone.
"Terjadi percakapan antar telepon dari calon pemilih yang saling tukar menukar pendapat yang pada akhirnya mempengaruhi opini publik," kata Guharoy.
Survei Morgan dilakukan selama bulan Juni dengan melakukan wawancara tatap muka terhadap 3117 responden calon pemilih di 34 provinsi di Indonesia.
Sample diambil secara seimbang mewakili pemilih secara geografis maupun demografis. Hasil survei juga menunjukkan masih ada 9 persen calon pemilih yang belum menentukan pilihannya.
(erd/van)











































