"Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan mereka masih ragu memilih. Namun salah satu faktornya adalah sikap fanatisme berlebihan yang dilakukan oleh relawan dari kedua calon presiden kepada publik yang masih ragu-ragu ini," ujar peneliti senior FFH, Dian Permata di kantornya, Jalan Prapanca Raya, Jaksel, Kamis (26/6/2014).
Dalam survei yang mereka lakukan pada 19 Mei hingga 22 Juni tersebut, Dian mengatakan telah melakukan berbagai interview dengan para responden. "Kita memang tidak menanyakan alasan mereka kenapa masih tidak tahu akan memilih siapa, namun beberapa beralasan, banyaknya sikap relawan fanatik masing-masing capres yang berusaha meyakini mereka, sehingga membuat mereka semakin ragu," tambah Dian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akademisi dari Universitas Jambi, Yanda Z Ishak, juga membenarkan adanya semacam cara yang dilakukan relawan untuk menarik suara dari masyarakat. Alih-alih mereka makin percaya untuk memilih, cara yang kelewat persuasif justru membuat publik bingung.
"Selain pengaruh relawan fanatik, hingga saat ini KPU dan Bawaslu harus segera memberikan arahan kepada masyarakat yang bingung untuk tidak ragu memberikan hak pilihnya," kata Yanda.
"Bahwa orang yang melakukan sesuatu tidak pada tempatnya harus ditegur atau dikenakan sanksi, karena Pilpres semakin dekat," pungkasnya.
(rni/mok)











































