FFH Prediksi Jumlah Golput di Pilpres 2014 Sebesar 20 Persen

FFH Prediksi Jumlah Golput di Pilpres 2014 Sebesar 20 Persen

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2014 14:47 WIB
FFH Prediksi Jumlah Golput di Pilpres 2014 Sebesar 20 Persen
Jakarta - Hari pencoblosan Pilpres 9 Juli 2014 kian dekat. Semakin dekat, tampaknya masyarakat semakin meyakini capres cawapres mereka dengan menyatakan akan menjadi pemilih aktif dalam Pilpres.

Dalam survei yang dilakukan oleh lembaga Founding Fathers House (FFH), 78,6% publik menyatakan akan menggunakan hak pilih mereka. Sementara 1,4 persen menyatakan tidak akan memilih.

Namun, 20 persen publik masih menyatakan tidak tahu akan memilih calon pemimpin yang mana. Masyarakat yang termasuk 20 persen ini, dikhawatirkan akan lari menjadi golongan yang tak akan menggunakan hak pilihnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami khawatir, angka 20 persen ini akan lari pada golongan yang tidak akan menggunakan hak pilih. Apabila terjadi, maka akan membahayakan pemilu," ujar peneliti senior FFH, Dian Permata, dalam diskusi dan paparan hasil penelitian 'Pengetahuan Pemilih tentang Pilpres 2014' di kantor FFH, Jalan Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (26/6/2014).

Menurut Dian, untuk mengantisipasi bergesernya undecided voters ini, KPU sebagai lembaga utama dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Indonesia harus dapat mengantisipasinya sesegera mungkin. Walapun Pilpres tinggal beberapa hari lagi, namun masih ada beberapa cara persuasif yang dapat dilakukan sehingga masyarakat mau menggunakan hak pilih mereka.

"Hal ini harus segera diantisipasi KPU dengan melakukan sosialisasi secara persuasif kepada masyarakat, mumpung masih ada waktu. Caranya, bisa beragam. Seperti imbauan, iklan, bahkan sosialisasi langsung. Hal ini untuk mengantisipasi berpindahnya 20 persen publik ini ke kubu yang tak mau memilih," jelas Dian.

Hal yang sama juga diungkapkan komisioner Bawaslu, Daniel Zuchron. Menurut Daniel, KPU harus segera melakukan sosialisasi, khususnya untuk beberapa provinsi yang berpotensi golput.

"Bawaslu berharap dari survei ini KPU bisa melakukan sosialisasi, apalagi ditujukkan kepada proinsi yang akan berpotensi golput, selain itu luasan wilayah di Indonesia mengenai akses informasi tidak seragam," ungkapnya.

Selain memetakan berapa persen publik yang akan memilih pada 9 Juli nanti, dalam surveinya FFH juga menemukan adanya ancaman potensi golput yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

"Daerahnya tersebar di Papua, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Kepulauan Riau, dan Riau. Sementara pemilih yang tidak tahu apakah akan menggunakan hak politiknya atau tidak tersebar merata di seluruh provinsi kecuali DIY," tutur Dian melanjutkan.

Survei dilaksanakan FFH pada tanggal 19 Mei hingga 22 Juni 2014 di 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah responden 1.090 orang yang sudah melaksanakan hak pilih pada pemilu 2014. Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error +/- 2,97 persen.

(rni/trq)


Berita Terkait