Survei digelar pada 1-9 Juni 2014 dengan metode multistage random sampling. Responden survei ini berjumlah 2.400 orang yang diwawancara secara tatap muka. Margin error survei ini 2 persen.
Hasilnya, Jokowi-JK memiliki elektabilitas 45%, unggul dari Prabowo-Hatta yang memiliki elektabilitas 38,7%.
Dari persentase tersebut, LSI Denny menyebut masih banyak pemilih galau, yaitu sebesar 32,2%. Angka itu terdiri dari 16,3% pemilih yang belum memutuskan, 8,1% pemilih Jokowi-JK yang masih ragu dan 7,8% pemilih Prabowo-Hatta yang masih ragu.
"13 Hari menjelang pemilu menjelang Pilpres 9 Juli, total pemilih galau masih 32,2%. Hasil survei mendapatkan, selisih kemenangan dua calon presiden itu hanya 6,3%," kata peneliti LSI Denny JA, Fitri Hari, di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (26/8/2014).
Prabowo-Hatta disebut berpeluang menyalip Jokowi-JK. Syaratnya, pemilih galau bisa diraih.
"Saling mungkin mengalahkan, jika kedua pasang dapat merebut hati pemilih galau sebesar 32%," ujar Fitri.
(trq/nrl)











































