Institut Survei Indonesia (ISI) melakukan survei elektabilitas dua pasang capres-cawapres peserta Pemilu 2014. Hasilnya senada dengan survei internal Gerindra, Prabowo-Hatta unggul atas Jokowi-JK.
"Prabowo, dia selalui mengakui kebenaran, nah ini sangat pengaruh. Dia selalu ungkapkan jika sependapat, sepaham dengan Jokowi. Sebaliknya Jokowi-JK tidak pernah mau. Ini mempengaruhi psikologis masyarakat yang akhirnya bersimpati dan mendukung Prabowo. Itu yang menyebabkan suara dia naik," kata Direktur Istitut Survei Indonesia (ISI) Haris Baginda, SE di Restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (23/6/2014)
Survei ini dilakukan pada 15-21 Juni 2014 dengan jumlah responden sebanyak 999 orang yang memiliki hak pilih dari seluruh wilayah Indonesia. Survei dilakukan dengan pengambilan sampel acak berjenjang dengan margin of error +/-3% pada tingkat kepercayaan 95%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat elektabilitas tanggal 18-24 Mei 2014
1. Prabowo-Hatta: 30,64%
2. Jokowi-JK: 36,11%
Belum menentukan pilihan: 33,25%
Tingkat elektabilitas tanggal 1-7 Juni 2014
1. Prabowo-Hatta: 35,65%
2. Jokowi-JK: 35,15%
Belum menentukan pilihan: 29,20%
Tingkat elektabilitas tanggal 15-21 Juni 2014
1. Prabowo-Hatta: 37,48%
2. Jokowi-JK: 35,13%
Belum menentukan pilihan: 27,39%
Prediksi Juli 2014:
1. Prabowo-Hatta: 54,25%
2. Jokowi-JK: 45,75%
Meskipun hasil survei ini senada dengan survei internal Gerindra, namun Haris membantah ini survei pesanan. Dia menegaskan survei tidak didanai parpol manapun.
"Pendanaan dari relawan, patungan, akademisi. Tidak ada kontrak dengan partai politik manapun," tegasnya.
(van/erd)










































