Tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa misalnya. Mereka melakukan survei untuk mengetahui elektabilitas duet yang diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PPP, PAN, Partai Golkar dan PBB itu.
Hasilnya pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan selisih perolehan suara 5 persen atas duet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Keunggulan diraih di beberapa daerah di Jawa, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Andre yang alumnus Universitas Trisakti, Jakarta itu tak menyebut metodologi survei yang dilakukan tim pemenangan Prabowo-Hatta.
Sementara hasil survei Badan Litbang Kompas yang dipublikasikan hari ini mencatat pasangan Jokowi-JK memiliki tingkat keterpilihan sebesar 42,3 persen. Sementara duet Prabowo-Hatta mendapat elektabilitas sebesar 35,3 persen.
Meski pasangan Jokowi-JK unggul namun selisih dengan pesaingnya kian tipis yakni 7 persen. Melihat ketatnya persaingan, Kompas menyebut masih mungkin terjadi perubahan. Apalagi dalam survei itu memperlihatkan bahwa masih ada 22,4 persen responden yang belum menentukan pilihannya. Pemilih mengambang inilah yang akan menjadi lahan perebutan pengaruh untuk menentukan kemenangan kedua kandidat.
Ketatnya perebutan suara diprediksi akan berlangsung di pulau Jawa dengan jumlah pemilih 58 persen, dan Sumatera yang pemilihnya mencapai 21 persen. Di Jawa misalnya, pasangan Jokowi-JK hanya unggul tipis 4,5 persen dari duet Prabowo-Hatta.
Hal tak jauh beda terjadi si Sumatera, Jokowi-JK hanya unggul 4,1 persen atas pasangan Prabowo-Hatta.
Perubahan peta dukungan masing dimungkinkan terjadi. Di Jawa peluang itu bisa terjadi di Jawa Timur. Wilayah yang menjadi basis Nahdlatul Ulama dan Partai Kebangkitan Bangsa itu masih banyak massa mengambang, yakni mencapai 27 persen.
Survei Kompas dilakukan dengan mewawancarai 1950 responden selama kurun waktu 1-15 Juni 2014 di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara sampling error diperkirakan sebesar 2,2 persen. Namun 'nonsampling error' dimungkinkan terjadi.
(erd/erd)











































