"Yang menarik, Partai Demokrat yang tidak secara resmi bergabung dengan salah satu koalisi ternyata mayoritas pemilihnya cenderung ke Jokowi-JK," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam siaran pers, Rabu (18/6/2014).
Survei dilaksanakan pada tanggal 28 Mei β 4 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang (margin of error sebesar Β± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dukungan parpol koalisi pendukung Prabowo-Hatta tidak maksimal. Hal ini bisa mengganjal langkah Prabowo mengejar ketertinggalan atas Jokowi.
"Tampaknya, dukungan maksimal dari partai pendukung Prabowo-Hatta yang maksimal baru dari Gerindra. Sementara dukungan dari Partai Golkar salah satu anggota koalisi terbesar belum melewati angka 50%," kata Qodari.
"Namun kasus yang mirip sesungguhnya dialami oleh Jokowi-JK. Dukungan maksimal baru datang dari PDIP," pungkasnya.
Berikut hasil survei Indo Barometer seputar sebaran pemilih parpol terhadap capres yang diusung:
1. Partai NasDem: Jokowi-JK (53,3%), Prabowo-Hatta (35,6%)
2. PKB: Jokowi-JK (65,8%), Prabowo-Hatta (28,9%)
3. PDIP: Jokowi-JK (83,8%), Prabowo-Hatta (10,5%)
4. Hanura: Jokowi-JK (45,7%), Prabowo-Hatta (42,9%)
5. PKS: Jokowi-JK (30,6%), Prabowo-Hatta (52,8%)6. Golkar: Jokowi-JK (39,8%), Prabowo-Hatta (43,2%)
7. Gerindra: Jokowi-JK (9,6%), Prabowo-Hatta (88,6%)
8. PAN: Jokowi-JK (25,9%), Prabowo-Hatta (55,6%)
9. PPP: Jokowi-JK (40,7%), Prabowo-Hatta (51,9%)
10. Partai Demokrat: Jokowi-JK (47,6%), Prabowo-Hatta (36,6%).
(van/try)










































