"Sampai menjelang kampanye resmi capres, posisi Jokowi-JK masih leading di depan Prabowo-Hatta. Jika seluruh atau sebagian pemilih yang masih merahasiakan jawabannya atau belum memutuskan memilih Jokowi-JK, maka Prabowo-Hatta akan kalah," kata kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam rilis survei Indo Barometer di Rarampa Resto, Jl Mahakam I No 1, Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Survei dilaksanakan pada tanggal 28 Mei β 4 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang (margin of error sebesar Β± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo-Hatta hanya bisa menang jika mereka merebut semua pemilih yang rahasia/belum memutuskan. Bila perlu, mereka merebut simpati pemilih Jokowi-JK. Potensi dan peluang itu ada dan tampak, antara lain dari hasil survei ini.
"Politik adalah dinamis di mana yang di bawah bisa mengejar yang di atas. Namun harus diingat bahwa untuk bisa mengejar diperlukan usaha yang ekstra-keras. Untuk mengejar, usaha yang harus dikeluarkan pihak pengejar jauh lebih besar daripada yang dikeluarkan pihak yang dikejar. Karena jika usahanya lebih kecil atau sama saja, maka yang di depan akan masuk garis finish duluan," kata Qodari.
Berikut 3 skenario Pilpres 9 Juli 2014 versi survei Indo Barometer:
Situasi elektabilitas sebelum kampanye (28 Mei-4 Juli)
Prabowo-Hatta: 36,5%
Jokowi-JK: 49,9%
Rahasia/belum memutuskan: 13,5%
Skenario 1 (semua suara rahasia memilih Jokowi-JK)
Prabowo-Hatta: 36,5%
Jokowi-JK: 64,4%
Skenario 2 (semua suara rahasia memilih Prabowo-Hatta)
Prabowo-Hatta: 50,0%
Jokowi-JK: 49,9%
Skenario 3 (suara rahasia terbagi ke dua pasangan)
Prabowo-Hatta: 43,25%
Jokowi-JK: 56,65%
(van/nrl)











































