Ini Peta Kekuatan Jokowi vs Prabowo Jelang Pilpres

Ini Peta Kekuatan Jokowi vs Prabowo Jelang Pilpres

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2014 13:43 WIB
Ini Peta Kekuatan Jokowi vs Prabowo Jelang Pilpres
Jakarta - Lembaga survei Indo Barometer menguji pemilih Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta di berbagai segmentasi pemilih. Seperti apa hasilnya?

"Dari segmen jenis kelamin, terlihat fenomena menarik di mana defisit dukungan kelompok perempuan pada Prabowo-Hatta sangat besar. Jika di kelompok lelaki selisih Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta hanya 4%, maka di kelompok perempuan selisihnya mencapai 22%. Ini isu yang harus dicari solusinya oleh Prabowo-Hatta," kata kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam rilis survei Indo Barometer di Rarampa Resto, Jl Mahakam I No 1, Jakarta, Selasa (17/6/2014).

Survei dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 4 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang (margin of error sebesar Β± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).

Responden survei ini dipilih dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan.

Dari aspek desa-kota, defisit terbesar Prabowo-Hatta ada di daerah pedesaan. Selisihnya dengan Jokowi-JK ketinggalan 23%. Padahal di daerah urban selisihnya hanya 4%.

"Dari segi etnisitas, Prabowo-Hatta sebenarnya unggul di suku nomor dua terbesar yakni Sunda (Prabowo-Hatta 44,7% vs 39% Jokowi-JK). Namun mereka kalah telak di pemilih terbesar, yakni etnis Jawa (60% Jokowi-JK vs 31% Prabowo-Hatta)," kata Qodari.

Secara wilayah, PR terbesar Prabowo-Hatta juga ada di wilayah Jawa. Di wilayah luar pulau Jawa, mereka hanya defisit 2% dengan Jokowi-JK. Namun selisih di Jawa mencapai 22%. Dari 3 provinsi terbesar di Jawa, Prabowo-Hatta baru unggul di Jabar, namun ketinggalan cukup besar di Jatim dan Jateng.

"Dari aspek pekerjaan/profesi, PR terbesar pasangan Prabowo-Hatta terletak pada ibu rumah tangga, petani, dan pedagang karena ini 3 profesi dengan pemilih besar dan defisit suara dari Jokowi-JK cukup jauh," ungkap Qodari.

Sementara itu dari aspek pendidikan dan pendapatan, ada fenomena menarik di mana Prabowo-Hatta unggul di kelompok pendidikan dan pendapatan tinggi, sementara Jokowi-JK masih leading di kelompok pendidikan dan pendapatan menengah dan rendah. Ini tentu PR karena jumlah pemilih pendidikan dan pendapatan tinggi lebih sedikit daripada yang menengah dan rendah.

"Situasi yang sama juga terjadi pada kelompok santri. Santri tradisional (NU) mayoritas masih ke Jokowi-JK (54,1%) banding Prabowo-Hatta (38,1%). Demikian pula santri modern (Muhammadiyah) meski angkanya beda tipis (Prabowo-Hatta 41,8% vs Jokowi-JK 47,3%)," pungkasnya.

(van/nrl)


Berita Terkait