"Adanya kasus penculikan aktivis tahun 1998 yang dikaitkan dengan Prabowo, beredarnya dokumen rahasia pemberhentian Prabowo yang menjadi headline koran dan TV nasional, juga adanya LSM dan keluarga korban mulai tampil ke publik," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby memaparkan latar belakang dilakukan survei ini.
Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Hasil Temuan Analisis Survei Nasional oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network di Gedung Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda No.70, Rawamangun, Jaktim, Minggu (15/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah percaya Prabowo terlibat penculikan aktivis?
Percaya: 51,50 persen
Tidak percaya: 37,60 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 11 persen.
Pemilih laki-laki, Percaya: 55,4 persen; Tidak percaya: 36,7 persen; Tidak tahu/tidak jawab: 7,9 persen.
Pemilih perempuan, Percaya: 44,4 persen; Tidak percaya: 39,1 persen; Tidak tahu/tidak jawab: 16,5 persen.
Pemilih di desa, Percaya: 48,20 persen; Tidak percaya: 37,90 persen; tidak tahu/tidak jawab: 14,00 persen.
Pemilih di kota, Percaya: 56,30 persen; Tidak percaya: 37,10 persen; tidak tahu/tidak jawab: 6,60 persen.
Bagi yang pernah mendengar hal tersebut apakah akan jadi pertimbangan memilih capres?
Menjadi Pertimbangan: 56,80 persen
Tidak menjadi pertimbangan: 34,30 persen
Tidak tahu/tidak jawab: 8,80 persen.
Pemilih laki-laki, menjadi pertimbangan: 56,30 persen; tidak menjadi pertimbangan: 36,70 persen; tidak tahu/tidak jawab: 7 persen.
Pemilih perempuan: menjadi pertimbangan: 57,80 persen; tidak menjadi pertimbangan: 30,10 persen; tidak tahu/tidak jawab: 12,10 persen.
Pemilih di desa, menjadi pertimbangan: 54,90 persen; tidak menjadi pertimbangan: 34,70 persen; tidak tahu/tidak jawab: 10,40 persen.
Pemilih di kota: menjadi pertimbangan: 59,60 persen; tidak menjadi pertimbangan: 33,80 persen; tidak tahu/tidak jawab: 6,60 persen.
Survei ini dilakukan pada 1-9 Juni 2014 dengan metode multistage random sampling. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka terhadap 2.400 responden dengan menggunakan kuisioner. Margin of error survei ini +- 2,0%. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif FGD di tujuh ibu kota provinsi terbesar indepth interview, dan analisis media nasional.
LSI Denny JA pun memprediksi masa lalu Prabowo itu bakal jadi kartu mati untuk Prabowo. Terutama jika informasi soal masa lalu Prabowo itu meluas.
"LSI memprediksi jika yang mendengar itu (kasus penculikan aktivis 1998/Aktivisgate) meluas lagi menjadi 50 persen, itu akan menjadi 'lonceng kematian' bagi elektabilitas Prabowo," kata Adjie.
Akankah 'Aktivisgate' ini menghentikan laju elektabilitas Prabowo-Hatta?
"Sangat tergantung pada seberapa itu itu menyebar dan seberapa pemilih tersentuh oleh pro dan kontra oleh isu itu. Hanya tinggal 24 hari lagi. Kubu Prabowo harus mencari cara elegan untuk menghentikan dan merespons isu aktivis gate tersebut. Respons yang salah, emosional dan menutupi justru bisa menjadi blunder yang bisa menambah efek kerusakan elektabilitas Prabowo," simpulnya.
(van/nrl)










































