Lembaga survei Cyrus Network menyebut elektabilitas calon presiden Prabowo Subianto terus mengalami peningkatan signifikan. Namun dengan hanya 3 pekan waktu tersisa, capres yang diusung koalisi Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP, Partai Golkar dan PBB itu sulit mengejar elektabilitas Joko Widodo.
Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan pada periode 18-24 November 2013 elektabilitas Prabowo sebesar 11,7%. Elektabilitas mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu naik menjadi 16,0% pada periode 20-26 Februari 2014.
Β
Dan selama 25-31 Mei 2014 tingkat keterpilihan Prabowo menjadi 38%. "Angka kenaikan ini sangat drastis," kata Hasan saat menggelar jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat Selasa (10/6/2014).
Namun kenaikan elektabilitas juga dialami oleh Jokowi. Pada periode 18-24 November 2013 capres yang diusung PDI Perjuangan, PKB, Partai NasDem, Partai Hanura dan PKPI itu mendapatkan angka elektabilitas terbuka sebesar 28%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kedua tokoh ini sebenarnya sama-sama mengalami kenaikan, terutama setelah kandidat mengerucut menjadi 2 pasangan saja," kata Hasan saat menggelar jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat Selasa (10/6/2014).
Menurut dia, dengan sisa waktu yang hanya sekitar 3 minggu lagi, sulit bagi Prabowo untuk membuat perubahan berarti. Apalagi jika kejutan itu baru direncanakan hari ini. Hasan menyebut, angka akhir kompetisi ini sudah bisa diprediksi sejak sekarang.
Cyrus memprediksi di pilpres nanti Jokowi-JK bisa memperoleh angka sedikitnya 56,5%. Sementara Prabowo-Hatta sejauh ini dengan potensi suara sekitar 43,5%.
"Angka ini akan segera kami konfirmasi dengan hasil survei berikutnya yang dilaksanakan 10-15 Juni ini," kata Hasan.
(erd/van)











































