Warga bisa saja mengubah pilihannya setelah melihat debat capres dan cawapres. Hal ini mestinya digunakan oleh kedua capres untuk memperlebar selisih suara, atau sebaliknya memperkecil tingkat elektabilitas. Khususnya untuk kubu capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Raja yang tertinggal sebesar 12,5 persen dari duet Joko Widodo-Jusuf Kalla.
"Sayang, sepertinya kesempatan ini gagal dimanfaatkan pada acara debat putaran pertama," kata Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi saat menggelar jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat Selasa (10/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka itu tak jauh beda dengan tidak akan berubah jauh dengan hasil survei yang dilakukan pada periode 25-31 Mei 2014. Survei terbaru ini memiliki angka unidentified voters tinggal sekitar 5%. Dari 5% tersebut, preferensi mereka tetap bisa dipetakan dengan instrument lanjutan. Sekitar 2,9% cenderung memilih Jokowi-JK, sementara 0,8% cenderung memilih Prabowo-Hatta, dan sisanya tetap merahasiakan pilihan.
(erd/van)










































