"Walaupun dari hasil survei menunjukkan Jokowi-JK sementara unggul tetapi Prabowo-Hatta trendnya naik, sedangkan Jokowi-JK cenderung stagnan," ujar peneliti LSI Rully Akbar dalam jumpa pers hasil survei nasional LSI 'Pertarungan Wilayah Strategis dan Efek Cawapres' di kantor LSI, Jl Pemuda N0.70, Rawamangun, Jaktim, Rabu (4/6/2014).
Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan metodologi multistage random sampling. Responden survei sebanyak 2.400 orang dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuisioner. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui FGD,in depth interview dan media analisis. Margin of error survei sebesar 2,0%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut hasil survei selengkapnya:
[1] Jokowi-JK, [2] Prabowo Hatta, [3] Rahasia/Belum memutuskan
Jawa Barat: [1] 39,06% [2] 29,96% [3] 30,98%
DKI Jakarta: [1] 30,66% [2] 35% [3] 34,34%
Banten: [1] 26,25% [2] 33,53% [3] 40,22%
Jawa Tengah: [1] 38,57% [2] 15,54% [3] 45,89%
Jawa Timur: [1] 31,71% [2] 21,4% [3] 46,80%
Sumatera Utara: 48,16% [2] 16,38% [3] 35,46%
Sulawesi Selatan: [1] 43,75% [2] 19,25% [3] 37,%
Sisa di 26 provinsi lainnya:
[1] 32,76% [2] 21,28% [3] 45,96%
"Bahwa siapa yang bisa merebut pemilih yang mengambang (35%) dengan pencitraan figur yang lebih baik itu yang bisa memenangkan pilpres," tuturnya.
(rmd/erd)











































