Jokowi-JK Masih Unggul di 31 Provinsi, Prabowo-Hatta 2 Provinsi

Survei LSI

Jokowi-JK Masih Unggul di 31 Provinsi, Prabowo-Hatta 2 Provinsi

- detikNews
Rabu, 04 Jun 2014 16:13 WIB
Jokowi-JK Masih Unggul di 31 Provinsi, Prabowo-Hatta 2 Provinsi
Jakarta - Pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) masih mengungguli pasangan kandidat nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam survei pilpres yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Dari 33 provinsi, duet yang diusung PDIP, PKB, NasDem, dan Hanura ini masih unggul di 31 provinsi.

"Walaupun dari hasil survei menunjukkan Jokowi-JK sementara unggul tetapi Prabowo-Hatta trendnya naik, sedangkan Jokowi-JK cenderung stagnan," ujar peneliti LSI Rully Akbar dalam jumpa pers hasil survei nasional LSI 'Pertarungan Wilayah Strategis dan Efek Cawapres' di kantor LSI, Jl Pemuda N0.70, Rawamangun, Jaktim, Rabu (4/6/2014).

Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan metodologi multistage random sampling. Responden survei sebanyak 2.400 orang dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuisioner. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui FGD,in depth interview dan media analisis. Margin of error survei sebesar 2,0%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rully menjelaskan, survey dilakukan di 7 provinsi terbesar dengan jumlah populasi pemilih mencapai 70% dari total pemilih nasional. Dari 7 provinsi itu, Jokowi-JK unggul di 5 provinsi, dan Prabowo-Hatta unggul di 2 provinsi.

Berikut hasil survei selengkapnya:

[1] Jokowi-JK, [2] Prabowo Hatta, [3] Rahasia/Belum memutuskan

Jawa Barat: [1] 39,06% [2] 29,96% [3] 30,98%
DKI Jakarta: [1] 30,66% [2] 35% [3] 34,34%
Banten: [1] 26,25% [2] 33,53% [3] 40,22%
Jawa Tengah: [1] 38,57% [2] 15,54% [3] 45,89%
Jawa Timur: [1] 31,71% [2] 21,4% [3] 46,80%
Sumatera Utara: 48,16% [2] 16,38% [3] 35,46%
Sulawesi Selatan: [1] 43,75% [2] 19,25% [3] 37,%

Sisa di 26 provinsi lainnya:
[1] 32,76% [2] 21,28% [3] 45,96%


"Bahwa siapa yang bisa merebut pemilih yang mengambang (35%) dengan pencitraan figur yang lebih baik itu yang bisa memenangkan pilpres," tuturnya.

(rmd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads