Dalam survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), menunjukkan kedua cawapres yakni JK dan Hatta Rajasa mampu memberi keunggulan bagi duetnya masing-masing. JK unggul di Indonesia Timur, dan Hatta unggul di Indonesia Barat.
"JK bisa menaikkan sosok Jokowi di wilayah Indonesia Timur, sementara Hatta Rajasa menaikkan Prabowo di Indonesia Barat," ujar peneliti LSI Rully Akbar dalam jumpa pers hasil survei nasional LSI 'Pertarungan Wilayah Strategis dan Efek Cawapres' di kantor LSI, Jl Pemuda N0.70, Rawamangun, Jaktim, Rabu (4/6/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei menunjukkan elektabilitas capres Prabowo Subianto di barat mencapai 21,70%, tengah (25,76%), dan timur (21%). Setelah dipasangkan dengan Hatta Rajasa, elektabilitas Prabowo-Hatta di barat mencapai 24,61%, tengah (25,92%), dan timur 15,33%).
Sementara elektabilitas capres Jokowi di barat sebesar 36,12%, tengah (34,30%), dan timur (37,66%). Setelah dipasangkan dengan JK, elektabilitas Jokowi-JK di barat sebesar 32,97%, tengah (34,23%), dan timur 42,35%).
Menurut Rully, turunnya suara Jokowi-JK di wilayah barat akibat suara tersedot ke pasangan Prabowo, begitu juga sebaliknya turunnya suara Prabowo di wilayah timur karena suara cenderung ke pasangan Jokowi-JK.
Survei dilakukan pada 1-9 Mei 2014 dengan metodologi multistage random sampling. Responden survei sebanyak 2.400 orang dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dan kuisioner. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui FGD,in depth interview dan media analisis. Margin of error survei sebesar 2,0%
Survey dilakukan di 7 provinsi terbesar. Populasi pemilih di 7 provinsi mencapai 70% dari total pemilih nasional. Mereka yang menang di 7 provinsi akan menjadi presiden terpilih.
(rmd/van)











































