Dalam survei yang digelar Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC), tren Jokowi dalam lima bulan terakhir menurun, sementara Prabowo naik.
"Lima bulan terakhir kami mencatat Jokowi cenderung melemah, Prabowo menguat," ujar peneliti senior SMRC Sirajudin Abas dalam rilis survei SMRC tentang 'Koalisi Untuk Calon Presiden: Elite vs Massa Pemilih Partai' di Hotel Sari Pan Pasific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sirajudin, elektabilitas Jokowi mengalami fluktuasi cukup signifikan. Pada Desember 2013, elektabilitas Jokowi sebesar 51 persen. Namun dua bulan berikutnya, Februari 2014, elektabilitas Jokowi menurun di angka 39 persen. Pada Maret 2014 kembali naik menjadi 52 persen, dan terakhir pasca pileg 9 April elektabilitas Jokowi 47 persen.
Sementara pesaing terketatnya, Prabowo Subianto mengalami kenaikan yang relatif stabil, dari 22 persen di Desember 2013 menjadi 32 persen di April 2014 pasca pileg.
"Jokowi fluktuasinya besar sekali. Ini memberi ruang gerak bagi penantang terdekatnya untuk menutup gap. Tapi kemungkinan Jokowi menang masih besar meski untuk satu putaran masih rumit. Karena penurunan Jokowi konsisten, sementara kenaikan Prabowo juga konsisten. Bukan tidak mungkin nanti akan ada terjadi pertemuan titik antara mereka berdua," tuturnya.
"Apa yang harus dilakukan Jokowi, memilih wakil yang tepat," sambung Sirajudin.
Survei dilakukan pada 20-24 April 2014. Survei ini menggunakan metodologi cluster random sampling dengan teknik wawancara dan tatap muka langsung dengan responden awal berjumlah 2040, namun yang valid dianalisa berjumlah 2015 responden. Margin of error sebesar -/+ 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Quality control sebesar 20 persen dari responden didatangi kembali untuk ditanyakan oleh supervisor (spot chcek). Responden survei adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu.
Survei ini juga menyimulasikan jika pemilu digelar hari ini dengan opsi 2, 3 dan 5 capres tanpa cawapres. Dalam survei itu, Jokowi tetap unggul. Berikut hasil survei selengkapnya:
Tren elektabilitas 2 capres:
Jokowi 37,7 persen
Prabowo 23,9 persen
Tren elektabilitas 3 capres:
Jokowi 47,1 persen
Prabowo 32,1 persen
ARB 9,2 persen
Belum tahu 11,5 persen
Tren elektabilitas 5 capres:
Jokowi 44,3 persen
Prabowo 28,4 persen
ARB 9,0 persen
Dahlan Iskan 3,1 persen
Mahfud MD 1,7 persen
(rmd/erd)











































