PDI Perjuangan Diprediksi Tak Akan Koalisi dengan Gerindra

PDI Perjuangan Diprediksi Tak Akan Koalisi dengan Gerindra

- detikNews
Jumat, 04 Apr 2014 16:31 WIB
PDI Perjuangan Diprediksi Tak Akan Koalisi dengan Gerindra
Atribut partai politik menjelang pemilu
Jakarta - Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) memprediksi hasil Pemilihan anggota legislatif bakal memunculkan dua skenario koalisi. Empat partai besar bakal membangun dua kubu koalisi yang berlawanan. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diperkirakan akan berada di dua kubu yang berlawanan tersebut.

Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan, dalam skenario pertama PDIP yang diprediksi akan memenangkan Pileg, bakal menggandeng partai yang sama berideologi sama. Partai Nasional Demokrat dan PKPI diprediksi bisa berkoalisi dengan partai berlambang banteng moncong putih itu. Sementara Partai Demokrat diprediksi bakal berkoalisi dengan PAN, PKB, PKS, dan PPP.

Adapun Golkar dan Gerindra bakal memunculkan skenario kedua karena ingin mencari koalisi partai yang sesuai. "Golkar mengindikasikan akan tetap di pemerintahan. Nah, PDIP diprediksi memenangkan Pileg. Gerindra tidak cocok dengan PDIP karena perseteruan kedua partai," ujar Ari di sela-sela diskusi 'Kontestasi Empat Partai: Membaca Media dan Hasil Survei Menjelang Pileg 2014' di lantai 12, Wisma Kodel, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia memprediksi skenario kedua bakal tercipta ada dua kubu atau blok. Kubu pertama yaitu PDI Perjuangan menggandeng Partai Golkar dengan beberapa partai di bawahnya seperti PKB, Hanura, Partai Nasdem, dan PKPI. Sementara, kubu kedua Gerindra bakal menggandeng Partai Demokrat dengan beberapa partai pendukung di bawahnya yaitu PAN, PKS, PPP, dan PBB.

"Gerindra tidak akan bersatu dengan Megawati. Golkar juga ingin mencari aman di pemerintahan. Ical juga pernah bertemu dengan Megawati. Partai Demokrat akan berupaya yang cocok ini dilihat dari pertemuan antara Prabowo dan SBY," katanya.

(erd/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads